Hardiknas, Pramono Putihkan 2.026 Ijazah Siswa di Jakarta
Hardiknas, Pramono Putihkan 2.026 Ijazah Siswa Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memutihkan ijazah bagi 2.026 peserta didik pada tahap pertama tahun 2026. Program yang digulirkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini menelan anggaran sekitar Rp3,9 miliar.

Pemutihan Ijazah sebagai Langkah Konkret

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa program pemutihan ijazah merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan dan membuka kembali peluang bagi warga yang sebelumnya terhambat.

“Pada tahap pertama tahun 2026 akan dibagikan kurang lebih 2.026 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM. Bekerja sama dengan Baznas, total anggarannya Rp3.953.712.300,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (4/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pramono menegaskan bahwa pemutihan ijazah bukan sekadar pembagian dokumen administratif. Menurutnya, ijazah memiliki peran penting sebagai pintu untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Pencairan KJMU Tahap Pertama

Selain pemutihan ijazah, Pemprov DKI juga telah mencairkan bantuan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap pertama tahun 2026. Sebanyak 15.825 mahasiswa menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp142,4 miliar.

Pramono mengatakan bahwa pencairan KJMU ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga Jakarta. “Pemerintah DKI Jakarta telah mencairkan KJMU tahap pertama tahun 2026 kepada 15.825 mahasiswa, dengan nilai Rp142.425.000.000,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima KJMU disesuaikan secara berkala karena adanya dinamika di kalangan mahasiswa, seperti kelulusan, cuti akademik, hingga tidak memenuhi standar akademik. “Penyesuaian dilakukan karena ada mahasiswa yang lulus, cuti akademik, nilai akademik di bawah standar, meninggal dunia, atau menerima KIP Kuliah,” tuturnya.

Pelepasan Alumni SMK ke Luar Negeri

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov DKI Jakarta melepas ratusan alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bekerja ke luar negeri. Sebanyak 561 lulusan diberangkatkan ke Jepang, Malaysia, dan Jerman dalam program penempatan tenaga kerja vokasi.

Pramono mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan SMK sekaligus membuka peluang kerja di tingkat global. “Kami akan terus mengirim dan melepas alumni SMK untuk bekerja ke luar negeri. Kali ini ke Jepang, Malaysia, dan Jerman, membawa nama baik Jakarta dan Indonesia melalui semangat ‘SMK Naik Kelas, Alumni Mendunia’,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa para lulusan yang diberangkatkan telah melalui proses pelatihan dan seleksi sehingga siap bersaing di dunia kerja internasional. Menurut Pramono, program ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi bukan lagi pilihan kedua, melainkan jalur strategis untuk mencetak tenaga kerja terampil. “Anak-anak SMK Jakarta bukan hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing di panggung global,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berpesan kepada para alumni yang akan berangkat agar menjaga nama baik daerah dan bangsa. “Bekerjalah dengan jujur, disiplin, dan terus belajar. Tunjukkan bahwa kalian bukan hanya tenaga terampil, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” kata Rano.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga