Gus Ipul Lantik 8 Pejabat Kemensos, Tekankan Integritas dan Sukseskan Sekolah Rakyat
Gus Ipul Lantik 8 Pejabat Kemensos, Tekankan Integritas

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, resmi melantik delapan pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Acara pelantikan berlangsung di lobi Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (18/6/2026).

Amanah dari Rakyat

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar perpindahan tanggung jawab, melainkan sebuah amanah besar yang harus diemban. Amanah tersebut berasal dari rakyat, khususnya jutaan warga yang bergantung pada layanan Kemensos.

"Amanah itu bukan dari saya semata, amanah itu dari rakyat, dari jutaan warga yang menggantungkan hidupnya pada layanan Kementerian Sosial. Saya ingin saudara-saudara memahami itu sejak menit pertama malam ini. Dan saya ingin saudara-saudara membawa kesadaran itu setiap kali saudara masuk kantor, setiap kali saudara menandatangani dokumen, setiap kali saudara mengambil keputusan," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Delapan Pejabat yang Dilantik

Adapun delapan pejabat yang dilantik terdiri dari berbagai jenjang jabatan. Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, dilantik Yadi Muchtar sebagai Kepala Biro Umum dan Salahuddin sebagai Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial.

Pada Jabatan Administrator, terdapat Barus Tondra Pramana sebagai Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa pada Biro Umum, serta Agung Hendrawan sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga, Perlengkapan, dan Barang Milik Negara pada Biro Umum.

Selanjutnya, untuk Jabatan Pengawas, dilantik Peristiwanta Pinem sebagai Kepala Subbagian Pengamanan pada Biro Umum dan Irwan Setiawan sebagai Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara pada Biro Umum.

Sementara itu, untuk Jabatan Fungsional Dosen pada Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, diemban oleh Laode Taufik Nuryadin dan Iyan Kusmadiana.

Integritas sebagai Pondasi

Dalam arahannya, Gus Ipul berpesan agar para pejabat senantiasa memegang teguh integritas. Ia menjelaskan bahwa integritas bukan hanya soal tidak melakukan korupsi, melainkan konsistensi antara ucapan dan tindakan, antara laporan dan fakta di lapangan.

"Integritas seperti pondasi bangunan. Kalau pondasinya retak, sekecil apapun retaknya, bangunan setinggi apapun, semewah apapun, pada akhirnya akan runtuh. Jabatan Anda mungkin bertahan satu tahun, dua tahun atau lebih, tapi nama Anda akan bertahan seumur hidup. Dan nama itu akan diwariskan kepada anak cucu. Untuk itu mari kita jaga nama itu baik-baik," tegasnya.

Menyukseskan Sekolah Rakyat

Gus Ipul juga mengingatkan para pejabat untuk menyukseskan program prioritas Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Saya ingin pakai analogi yang sederhana. Bayangkan Sekolah Rakyat seperti ambulans yang sedang melaju kencang membawa pasien kritis. Tugas Anda bukan menghalanginya. Tugas Anda adalah membukakan jalan dan memastikan tidak ada yang menyabotasenya dari dalam maupun dari luar," jelasnya.

Ia menambahkan dua kewajiban yang tidak bisa ditawar. Pertama, tidak boleh ada penyimpangan, penyalahgunaan anggaran, permainan proyek, atau kepentingan pribadi yang menunggangi program ini. "Dan saya tegaskan, saya tidak akan melindungi siapapun yang terbukti menyelewengkan program ini," katanya.

Kedua, mensukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya dari segi fisik gedung, tetapi juga kualitas belajar, kenyamanan siswa, standar guru, menu makanan, hingga suasana asrama. "Anak-anak itu datang dari keluarga yang tidak punya apa-apa. Kita tidak boleh memberi mereka setengah-setengah," ucapnya.

Pengawasan dan Tegak Lurus pada Hukum

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa para pejabat harus merasa diawasi dan mampu mengawasi. Mereka berada dalam dua sisi pengawasan: diawasi oleh menteri, publik, aparat pengawas, media, masyarakat, bahkan Tuhan; dan wajib mengawasi bawahan.

"Pengawasan bukan berarti tidak percaya kepada tim. Pengawasan adalah bentuk kasih sayang seorang pemimpin. Karena itu Anda sedang melindungi bawahan Anda dari kesalahan yang bisa menghancurkan karir dan masa depan mereka," sambungnya.

Ia juga meminta seluruh pejabat tegak lurus pada hukum dan aturan. "Tegak lurus pada hukum bukan soal takut dihukum. Ini soal martabat, martabat Anda sebagai pejabat negara dan martabat lembaga yang kita jaga bersama," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Bangun Super Team, Bukan Superman

Terakhir, Gus Ipul berpesan agar para pejabat membangun ekosistem kerja yang kondusif dan membentuk super team, bukan superman. "Saya tidak butuh superman di Kementerian Sosial. Saya butuh super team," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos Robben Rico, serta para pejabat eselon 1 dan eselon 2.