KOMPAS.com - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Depok 2026 memicu antrean panjang di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Para wali murid datang untuk mengadukan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam proses pendaftaran.
Kericuhan di Loket Pengaduan
Berdasarkan video yang diunggah oleh akun @depokupdateco pada Senin (15/6/2026), terlihat banyak wali peserta SPMB yang ricuh saat meminta nomor antrian pengaduan SPMB Kota Depok 2026. Suasana tampak tidak terkendali karena banyaknya wali murid yang ingin menyampaikan keluhan.
Komentar Wali Murid
Seorang wali peserta SPMB dengan akun @griyaroselaofficial membenarkan kejadian tersebut. Akun tersebut memberikan komentar di salah satu unggahan video Pemerintah Kota Depok yang membahas SPMB. Dalam komentarnya, ia mempertanyakan mengapa perubahan data harus dilakukan melalui Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok, bukan di sekolah asal.
Baca juga: Unhas Bantah DO dan Skorsing 28 Mahasiswa yang Kritik Pendirian Dapur MBG
Penyebab warga mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok adalah karena adanya kebijakan yang mewajibkan pengurusan perubahan data secara langsung di kantor dinas, bukan di sekolah. Hal ini dianggap merepotkan dan tidak efisien oleh para wali murid.
Para wali murid berharap agar sistem SPMB dapat diperbaiki, terutama dalam hal akses pengaduan dan perubahan data, sehingga tidak perlu lagi terjadi antrean panjang seperti saat ini.



