Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, dengan tegas membantah tuduhan keterlibatannya dalam kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Politikus Partai Golkar ini menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam pengadaan maupun urusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan Tegas Yahya Zaini
“Itu tuduhan yang tidak benar alias fitnah, karena saya tidak terlibat korupsi di BGN,” ujar Yahya kepada wartawan pada Rabu, 10 Juni 2026. Ia juga menegaskan tidak memiliki hubungan dengan penjualan titik dapur MBG. “Saya tidak terlibat dalam pengadaan di BGN dan saya tidak terlibat dalam penjualan titik dapur. Lalu di mana unsur korupsinya?” tambahnya.
Kuasa Hukum Sebut 26 Nama
Sebelumnya, kuasa hukum eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya telah memberikan lebih dari 20 nama yang diduga terlibat dalam korupsi tata kelola MBG kepada penyidik Kejaksaan Agung. Nama-nama tersebut telah disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Sudah kita sampaikan ke penyidik (20 lebih nama), sudah ada di BAP kok, itu waktu pemeriksaan kita kan saya mendampingi Pak Sony, sudah kita tuangkan dalam BAP,” kata Krisna pada Rabu, 10 Juni 2026.
Pengajuan Justice Collaborator
Krisna juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) untuk Sony Sonjaya. Surat pengajuan telah ditandatangani dan diserahkan kepada Kejagung. “Kita berharap dari kejaksaan mengabulkan JC nya, karena untuk mengungkap peristiwa lebih besar dan untuk pengembangan penyidikan lebih mudah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat 26 nama yang diduga terlibat, yang berasal dari kalangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. “Paling banyak dari legislatif. Jumlahnya 26, ada kemungkinan bertambah, itu baru sebagian saja,” tutup Krisna.



