Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima surat permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan oleh Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sony telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan bahwa surat permohonan JC sudah diterima. "Sudah diterima suratnya dan sedang dipelajari ya," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (10/6/2026).
Syarief belum dapat memastikan berapa lama proses telaah akan berlangsung. Penyidik masih harus mencocokkan keterangan yang disampaikan tersangka dengan alat bukti yang telah dikumpulkan. "Enggak ada (tenggat waktunya). Kita pelajari dulu terus kita cek alat bukti yang sudah didapat dan lain-lain," jelasnya.
Alasan Sony Sonjaya Bersedia Menjadi JC
Sony Sonjaya resmi mengajukan permohonan JC pada Senin (8/6/2026). Surat permohonan disampaikan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), bukan langsung kepada penyidik. Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menghindari proses hukum.
"Kita bukan menghindar daripada permasalahan hukum, tapi kita ingin mengungkap kooperatif, mengungkap peran-peran besar, siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan presiden ini," kata Krisna di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
Krisna menambahkan bahwa pengajuan JC adalah bentuk komitmen kliennya untuk bersikap kooperatif. "Nah, tadi suratnya kita masukkan ke PTSP, dinaikkan ke dalam, ke atas, terus kemudian ditandatangani oleh klien kami dan diberikan kepada kami," jelasnya.
Harapan dari Pengajuan JC
Kubu Sony berharap permohonan JC dapat mempermudah penyidik dalam mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat. "Pastinya dengan adanya JC kita, lebih memudahkan penyidik untuk melakukan pengembangan terhadap pihak-pihak terkait," ujar Krisna.
Sony Sonjaya adalah tersangka kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis tahun 2025-2026. Dengan status JC, ia berkomitmen membuka informasi mengenai peran besar dan nama-nama yang terlibat dalam kasus tersebut.



