Siswi Makassar Dicoret dari Paskibraka Dapat Beasiswa ke Luar Negeri
Siswi Makassar Dicoret Paskibraka Dapat Beasiswa Luar Negeri

Pengurus Pusat Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP GEMA INTI) memberikan beasiswa pendidikan ke luar negeri kepada dua siswi peserta seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Cathlyn Yvaeni Lesmana, setelah dicoret atau dinyatakan tidak lulus ke tingkat nasional. Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan penuh hingga biaya hidup selama menempuh studi S1 di luar negeri.

Apresiasi Prestasi Akademik

Ketua PP GEMA INTI, Ervan Sutono Nio, menyatakan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik kedua siswi yang dinilai sangat baik. "Terlepas dari isu polemik yang sekarang, kami dari Generasi Muda Indonesia Tionghoa melihat bahwa kedua anak ini cukup berprestasi. Kita lihat dengan nilai-nilainya yang sangat bagus," ujarnya pada Jumat (29/5).

Ervan menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan program rutin Perhimpunan GEMA INTI yang setiap tahun mengirim siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan biaya penuh. Pemberian beasiswa juga dimaksudkan sebagai dukungan moral dan motivasi bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan atau rencana yang belum tercapai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jangan putus asa ketika ada rencana yang belum sesuai harapan. Kita yakin masih ada peluang-peluang lain yang terbuka. Ini nilai yang ingin kami berikan ke generasi muda, supaya tidak mudah menyerah dan tetap semangat mengejar peluang lain," ungkapnya.

Pendampingan dalam RDP DPRD Sulsel

Ervan juga memastikan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan terhadap kedua peserta seleksi Paskibraka tersebut pada saat dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel terkait kisruh hasil seleksi ini. Sementara itu, DPRD Sulsel telah menjadwalkan RDP untuk mencari tahu penyebab pastinya sehingga Cathlyn dinyatakan gugur meski namanya sempat masuk tiga besar.

"Insya Allah tanggal 2 Juni kita akan laksanakan RDP, saya sudah komunikasi dengan teman-teman DPRD, ibu ketua dan unsur pimpinan," kata anggota Komisi C DPRD Sulsel Andre Prasetyo Tanta. Menurut Andre, RDP tersebut digelar setelah DPRD Sulsel mendapatkan surat dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar pada tanggal 26 Mei lalu.

Pemprov Buka Suara

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, angkat bicara soal isu diskriminasi di balik seleksi Paskibraka tingkat nasional yang mencoret Cathlyn Yvaeni Lesmana. Ia membantah adanya istilah dianulir dalam proses tersebut. "Tidak ada yang namanya dianulir. Dianulir itu kalau sudah diumumkan lalu dibatalkan. Ini kan masih on going process, masih proses berjalan," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, peserta tersebut tidak memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan saat menjalani seleksi di tingkat pusat, seperti kondisi penglihatan yang agak kabur dan telapak kaki datar (flat foot). Menurutnya, keputusan kelulusan sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi pusat, bukan panitia daerah di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta agar seluruh proses seleksi dilakukan secara adil dan terbuka. Ia mengaku prihatin atas kondisi yang dialami delegasi asal Makassar. "Peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," kata Appi sapaan akrabnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga