Ramadhan Pohan: 1.098 Sapi Kurban Banpres Prabowo Tak Langgar Etika
Ramadhan Pohan: Banpres Sapi Kurban Prabowo Tak Langgar Etika

Mantan pimpinan Komisi I DPR Ramadhan Pohan menyatakan bahwa 1.098 ekor sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat pada momen Idul Adha tidak melanggar aturan dan etika. Menurutnya, bantuan presiden tersebut bukanlah kurban pribadi, melainkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dasar Hukum Banpres Sapi

Ramadhan menjelaskan bahwa bantuan sapi Presiden Prabowo Subianto telah mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dan tidak melanggar konstitusi, peraturan anggaran, maupun etika kelayakan. "Banpres sapi tepat dan layak dibela, karena merupakan program bantuan kemasyarakatan oleh kepala negara, bukan kurban pribadi. Kuncinya ada pada legalitas, manfaat sosial, dampak ekonomi, dan transparansi," ujarnya dalam keterangan resmi pada Jumat (29/5/2026).

Sumber APBN Sah dan Transparan

Menurut Ramadhan, bantuan sapi kurban yang bersumber dari APBN adalah sah karena dapat digunakan dan diproses melalui mekanisme negara yang dapat diaudit. Prosedur, harga, sasaran, dan pertanggungjawabannya bersifat transparan. Ia juga mengingatkan bahwa banpres bukanlah hal baru di era Prabowo. Pada masa Presiden Sukarno, banpres sudah ada meski dengan nama yang berbeda. Bantuan presiden berupa hibah, dukungan sosial-politik, atau bantuan kemanusiaan telah ada sejak era Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, hingga Joko Widodo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Dari segi ekonomi, banpres sapi dinilai mampu memindahkan belanja negara langsung ke peternak lokal, bukan ke impor atau rantai distribusi panjang. Jika pengadaan dilakukan langsung dari peternak daerah, negara dapat memangkas dominasi tengkulak, memberikan harga jual lebih baik bagi peternak, serta menggerakkan sektor transportasi lokal, jasa perawatan, dan pemeriksaan kesehatan hewan.

Dampak Gizi dan Distribusi

Dari sisi gizi, satu sapi besar menghasilkan sekitar 250 kilogram daging layak konsumsi. Dengan 1.098 sapi, diperkirakan total daging mencapai 274 ton atau sekitar 2,7 juta porsi per 100 gram. Meskipun bukan solusi permanen untuk masalah gizi nasional, sebagai distribusi musiman dampaknya dinilai nyata.

"Manfaat sosialnya langsung. Daging kurban masuk ke masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dalam konteks harga daging yang mahal bagi sebagian keluarga, bantuan protein hewani bukan sekadar simbol, tetapi bantuan konsumsi," ujar Ramadhan.

Multiplier Effect Banpres

Banpres sapi dinilai sebagai belanja sosial yang memiliki efek berganda, yaitu pangan bergizi untuk rakyat, pasar pasti bagi peternak lokal, dan perputaran ekonomi daerah. Banpres sapi bukan hanya sekadar kurban presiden, melainkan intervensi sosial-ekonomi musiman yang menyasar distribusi pangan bergizi, penguatan peternak lokal, dan pemerataan manfaat ke daerah.

"Akhirnya, banpres sapi di momen Idul Adha perlu dibaca sebagai bagian dari atau sejalan dengan karakter kebijakan populis-humanis Presiden Prabowo: negara hadir langsung, menyentuh kebutuhan dasar rakyat, dan menggerakkan ekonomi kecil di bawah," imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga