Pulau Sampah di Muara Angke Berhasil Dikeruk, 8,8 Ton Diangkut
Pulau Sampah Muara Angke Dikeruk, 8,8 Ton Diangkut

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa tumpukan sampah di pesisir Jakarta Utara, tepatnya di Muara Angke, telah berhasil dikeruk. Sebanyak 8,8 ton sampah berhasil diangkut dalam operasi pembersihan yang berlangsung selama empat hari.

Penanganan Sampah di Muara Kali Adem

Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, menjelaskan bahwa penanganan sampah dilakukan sejak 2 hingga 5 Juni 2026. "Hasil penanganan sampah di endapan Muara Kali Adem. Hari ke-1 sebanyak 0,88 ton, hari ke-2 sebanyak 1,76 ton, hari ke-3 sebanyak 3,52 ton, dan hari ke-4 sebanyak 2,64 ton," ujar Lukman saat dihubungi wartawan pada Jumat (5/6/2026). Total sampah yang terangkut selama empat hari korve mencapai 8,8 ton.

Penyebab Tumpukan Sampah

Sebelumnya, Pramono Anung menyatakan bahwa tumpukan sampah terjadi akibat sedimentasi. Ia menegaskan bahwa sampah telah dikeruk dan kini area tersebut sudah bebas sampah. "Sedangkan yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6/2026). "Sudah tiga hari ini kita lakukan pengerukan. Sudah selesai? Sudah selesai," tuturnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Viral di Media Sosial

Keberadaan 'pulau sampah' ini kembali mencuat ke publik setelah videonya viral di media sosial. Hamparan sampah tersebut berada sekitar 600-700 meter dari daratan. Tumpukan sampah yang membentuk pulau diduga akibat terbawa arus sungai dan laut, lalu menumpuk dan menjulang dari permukaan pesisir laut sehingga menyerupai daratan. Petugas gabungan dikerahkan untuk membereskan tumpukan sampah tersebut selama beberapa hari ke depan.

Kolaborasi Petugas Gabungan

Sebanyak 70 personel gabungan dilibatkan dalam operasi pembersihan ini. "Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan," demikian keterangan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui akun Instagram @upsbadanairdlhdki pada Kamis (4/6). Puluhan personel tersebut terdiri dari UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Sudin Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, serta unsur Polairud Polda Metro Jaya.

Tindak Lanjut Aduan Masyarakat

Petugas gabungan korve membereskan 'pulau sampah' itu sebagai tindak lanjut aduan masyarakat yang disampaikan melalui kanal media sosial. Tumpukan sampah itu berlokasi di Pulau Sedimen pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. "Lokasi pesisir dan area sedimen menjadi salah satu titik yang rentan menjadi tempat berkumpulnya sampah kiriman dari laut maupun badan air. Kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus dan kerja sama berbagai pihak agar sampah dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan pesisir," jelasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga