Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (9/7/2026). Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, diduga menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Kabar ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto.
Konfirmasi KPK dan Status Hukum
"Benar," ujar Fitroh saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (10/7/2026). Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti kasus apa yang menjerat Etik Suryani. Jumlah orang yang diamankan dalam OTT tersebut juga belum terungkap. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Etik Suryani dan pihak lainnya yang terjaring. Mereka masih berstatus sebagai terperiksa.
Penampakan Etik Suryani di KPK
Etik Suryani tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.37 WIB dengan mengenakan masker. Ia terlihat bungkam saat memasuki gedung lembaga antirasuah tersebut. Operasi tangkap tangan ini menambah daftar panjang bupati yang terkena OTT KPK. Sebelumnya, beberapa kepala daerah juga telah diamankan dalam kasus serupa.
Dugaan Kasus Pemerasan
Berdasarkan informasi yang berkembang, OTT KPK di Sukoharjo diduga terkait dengan kasus pemerasan. Namun, KPK belum merilis detail lebih lanjut mengenai perkara yang menjerat Etik Suryani. Proses hukum masih berjalan dan KPK akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut setelah penetapan status hukum para terperiksa.



