Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menghadiri sidang vonis kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Selasa (30/6/2026). Kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp 2,1 triliun. Sebelum memasuki ruang sidang, Nadiem menyampaikan rasa syukur karena tidak merasa sendiri selama menjalani proses hukum yang berlangsung satu tahun terakhir.
Dukungan Keluarga dan Masyarakat Jadi Kekuatan
“Saya sulit mencari kata-kata karena perasaan terbesar saya pada hari ini adalah saya merasa sangat bersyukur. Bersyukur bahwa dalam perjuangan satu tahun ini saya tidak merasa sendirian,” ujar Nadiem di lokasi. Menurutnya, dukungan dari keluarga dan berbagai kalangan masyarakat menjadi kekuatan yang membuatnya tetap teguh. “Apapun yang akan terjadi hari ini, saya yakin sekarang saya tidak sendirian karena saya punya keluarga saya, saya punya dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, dan saya punya kebenaran di sisi saya. Karena itu Allah tidak akan pernah meninggalkan saya,” tegas mantan bos Gojek tersebut.
Harapan agar Keadilan Ditegakkan
Nadiem berharap majelis hakim menjatuhkan putusan berdasarkan fakta-fakta persidangan. Namun, ia sadar bahwa segala kemungkinan dapat terjadi. “Kita tahu hari ini apa saja bisa terjadi. Tentunya harapan saya adalah bahwa kebenaran menang hari ini, bahwa keadilan masih ada artinya di negara ini. Tapi saya juga tidak naif. Saya menyadari bahwa bisa saja hari ini keputusannya tidak berdasarkan fakta-fakta persidangan,” ungkapnya.
Kasus Nadiem Jadi Momentum Perbaikan Sistem Hukum
Nadiem percaya perkara yang dialaminya dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem hukum di Indonesia, mulai dari proses penuntutan hingga pembuktian. “Saya harap bahwa kasus saya, apa pun yang terjadi hari ini, dijadikan perubahan, dijadikan animo untuk perubahan yang lebih baik bagi sistem hukum kita, proses penuntutan kita, proses membuat keputusan, proses melakukan tuntutan, proses pembuktian, sehingga ini tidak lagi terjadi di negara yang kita cintai ini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan tidak pernah menyesali keputusan untuk mengabdi kepada negara dan mengingatkan agar kasus ini tidak membuat generasi muda kehilangan keberanian untuk berkontribusi. “Saya tidak pernah menyesal keputusan saya untuk mengabdi kepada negara, dan saya tidak ingin anak-anak muda ketakutan untuk mengabdi kepada negara setelah kasus ini. Indonesia harus menjadi lebih baik. Indonesia harus memberikan harapan kepada anak-anak mudanya. Indonesia harus memberikan harapan kepada kepastian hukum agar kita semua merasa aman untuk mengabdi kepada negara,” tutup Nadiem.
Mewakili Mereka yang Dikriminalisasi
Nadiem menyatakan bahwa dirinya tidak hanya berbicara untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi orang-orang yang merasa dikriminalisasi. “Saya berdiri di sini bukan hanya mewakili saya dan keluarga saya. Saya berdiri di sini mewakili setiap orang jujur yang telah dikriminalisasi dan akan dikriminalisasi,” ungkapnya. Sidang vonis ini menjadi puncak dari proses hukum yang telah berjalan selama setahun, dengan Nadiem tetap optimis meskipun menghadapi kemungkinan putusan yang tidak sesuai harapan.



