Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) angkat bicara terkait dugaan keterlibatan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial H dalam polemik gagalnya keberangkatan kontingen Paduan Suara Wanita (PSW) Kepri ke ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Pihak Setwan menegaskan bahwa dugaan keterlibatan tersebut murni urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi tempatnya bekerja.
Pernyataan Resmi Setwan Kepri
Kepala Bagian Umum dan Humas Protokol Setwan Kepri, Isnaini Bayu Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara persis bagaimana keterlibatan H. Menurutnya, tidak pernah ada penyampaian ataupun penugasan dari instansi terkait urusan tersebut.
"Sepengetahuan kami, itu urusan pribadi yang bersangkutan. Kami tidak mengetahui secara persis bagaimana keterlibatannya, dan tidak pernah ada penyampaian ataupun penugasan dari instansi," kata Bayu dilansir detikSumut, Selasa (30/6/2026).
Bayu menambahkan, jika H memang memiliki hubungan atau kerja sama dengan pihak tertentu dalam pengurusan tiket, hal itu dilakukan atas nama pribadi, bukan mewakili Setwan DPRD Kepri. "Kami tegaskan tidak ada sangkut pautnya dengan Setwan. Kalau memang ada keterlibatan, itu murni urusan pribadi," ujarnya.
Tidak Ada Sanksi Tanpa Laporan Resmi
Terkait kemungkinan sanksi terhadap H, Bayu mengatakan hingga kini pihaknya belum memiliki dasar untuk menjatuhkan hukuman disiplin. Pasalnya, belum ada laporan resmi maupun proses hukum yang melibatkan pegawai tersebut.
"Kami belum bisa menjatuhkan sanksi karena belum ada laporan resmi atau proses hukum. Kami akan menunggu perkembangan lebih lanjut," imbuhnya.
Pengakuan Direktur PT Riski Efanti Bersaja
Sebelumnya, Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, mengakui pihaknya bekerja sama dengan seorang oknum pegawai Setwan DPRD Kepri berinisial H dalam pengurusan tiket keberangkatan kontingen Pesparawi. Vivi menyebut kerja sama tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan LPPD Kepri maupun panitia.
Vivi mengungkapkan bahwa H diduga berperan dalam memfasilitasi tiket pesawat untuk kontingen, namun tiket tersebut tidak kunjung terealisasi hingga akhirnya kontingen gagal berangkat. Kontingen PSW Kepri bahkan sempat berada di Bandara Soekarno-Hatta, namun batal terbang ke Manokwari.
Dampak dan Tindak Lanjut
Insiden ini mencoreng nama baik Kepri di kancah nasional. Kontingen yang telah berlatih keras harus gigit jari karena gagal berangkat. Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepri untuk ditindaklanjuti secara hukum. Pemerintah Provinsi Kepri juga telah memberikan penjelasan terkait kejadian ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak H. Setwan Kepri berharap kasus ini segera terungkap dan tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan institusi.



