Jakarta - Kedermawanan seorang pria misterius yang akrab disapa Pak Haji telah menjadi legenda bagi para tuna wisma di Ibu Kota. Sosok ini kerap muncul tanpa pemberitahuan, tepat pada tengah malam, untuk membagikan uang kepada mereka yang membutuhkan.
Kebiasaan Pak Haji Membagi Uang
Pak Haji tidak hanya beraksi di satu lokasi. Ia diketahui sering berkeliling di beberapa titik di Jakarta, seperti Jalan Panglima Polim di Jakarta Selatan, Mampang, Manggarai, Pasar Rumput, hingga Senen. Setiap kali datang, ia membagikan uang tunai sekitar Rp 50 ribu kepada setiap tuna wisma yang ditemuinya. Khusus untuk warga lanjut usia, nominal yang diberikan lebih besar, mencapai Rp 100 ribu.
Misteri Identitas Pak Haji
Hingga kini, identitas asli Pak Haji masih menjadi teka-teki. Berbagai spekulasi beredar di kalangan tuna wisma dan masyarakat umum. Seorang tuna wisma bernama Tian, yang biasa mangkal di Jalan Panglima Polim, pernah mendengar bahwa Pak Haji adalah seorang pengusaha sawit dan batu bara asal Batulicin, Kalimantan Selatan. Namun, Tian tidak pernah memastikan kebenaran informasi tersebut karena ia tidak pernah menanyakan langsung saat menerima uang.
Spekulasi lain datang dari Wahyu, tuna wisma lainnya. Ia meyakini Pak Haji adalah pengusaha asal Padang, Sumatera Barat, yang tinggal di daerah Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Informasi ini pun hanya didapat dari mulut ke mulut tanpa jaminan kebenaran. "Orang Padang, katanya sih pengusaha," ujar Wahyu saat berbincang dengan Liputan6.com pada Jumat, 29 Mei 2026, dini hari.
Kehadiran Singkat namun Berarti
Liputan6.com tidak berhasil mewawancarai langsung Pak Haji saat aksi pembagian uang pada Jumat, 29 Mei 2026. Ia hanya melintas dalam waktu kurang dari lima menit di Jalan Panglima Polim. Hingga kini, identitas Pak Haji belum terungkap secara pasti. Semua informasi yang beredar hanyalah cerita yang belum terverifikasi.
Harapan di Tengah Kerasnya Ibu Kota
Bagi Tian dan Wahyu, yang terpenting bukanlah siapa Pak Haji sebenarnya, melainkan kehadirannya yang membawa harapan. Di balik kaca mobil yang terbuka sesaat, ada sosok dermawan yang memberikan sedikit cahaya untuk menyambung hidup di tengah kerasnya kehidupan ibu kota. Mereka tidak peduli dengan rumor atau spekulasi; yang mereka tahu, Pak Haji adalah seseorang yang dinanti-nantikan setiap malam.
Misteri Pak Haji mungkin akan terus berlanjut. Namun, satu hal yang pasti: kedermawanannya telah meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang membutuhkan.



