Menteri Imipas Minta Lapas-Rutan Sisihkan 10% Laba untuk Program Sosial
Menteri Imipas: 10% Laba Lapas untuk Sosial

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menginstruksikan seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) untuk menyisihkan 10 persen laba usaha guna mendanai program sosial. Langkah ini diumumkan saat ia menyerahkan bantuan sosial bedah rumah di Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Investasi Akhirat dari Laba Usaha

Agus menekankan bahwa alokasi 10 persen tersebut merupakan bentuk investasi akhirat. Ia berharap seluruh lapas dan rutan dapat menerapkan kebijakan ini secara konsisten.

“Mudah-mudahan kalau semua lapas dan rutan menyisihkan sebagian, kalau enggak 10 persennya, masukkan investasi seolah-olah itu adalah investnya Yang Maha Kuasa,” ujar Agus dalam sambutannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sumber Dana dari Berbagai Unit Usaha

Menurut Agus, dana sosial dapat diperoleh dari keuntungan unit usaha seperti kantin basah, kantin kering, dan warung telepon. Ia mencontohkan bansos bedah rumah yang dibiayai dari hasil panen raya Lapas Cirebon pada Januari 2026.

“Itu nanti kalau untungnya, sisihkan 10 persen dari kegiatan-kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh teman-teman yang di jajaran pemasyarakatan. Yang 10 persen itu nanti gunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial,” imbuhnya.

Dorongan untuk Kembangkan Usaha

Agus juga mendorong agar keuntungan tidak selalu dibagikan setiap bulan kepada anggota, melainkan digunakan untuk mengembangkan dan menambah unit usaha.

“Tolong jangan bagi terus ya tiap bulan. Kembangkan usaha dari keuntungan warung telepon, wartel yang ada, kemudian dari pengelolaan kantin basah yang setiap bulannya biasanya dibagi, supaya jenis usahanya semakin bertambah,” katanya.

Hasil Program Sosial Bedah Rumah

Program sosial yang telah berjalan, seperti bedah rumah, berhasil membangun 24 unit rumah di berbagai daerah. Masyarakat ekonomi rendah pun merasakan manfaatnya.

“Kegiatan bakti sosial dalam bentuk bedah rumah sebenarnya sudah dilaksanakan, ada 24 unit yang sudah dibangun,” ucap Agus.

Dengan kebijakan ini, diharapkan semakin banyak program sosial yang dapat dijalankan oleh lapas dan rutan di seluruh Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga