Kopassus Tegaskan Isu Pangkopassus Tampar Orang Istana Adalah Hoax
Kopassus resmi memberikan label Hoax dan Fake News pada postingan di media sosial yang mengklaim adanya keributan antara Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi dengan salah seorang protokol di Istana. Melalui akun Instagram resmi @penkopassus pada Selasa, 21 April 2026, institusi tersebut dengan tegas membantah kebenaran informasi yang sedang viral tersebut.
Isu Liar yang Beredar di Media Sosial
Isu yang beredar luas di berbagai platform media sosial menyebutkan bahwa Letjen TNI Djon Afriandi dilaporkan menampar seorang petugas protokol Istana. Narasi ini dengan cepat menyebar dan menarik perhatian publik, menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana ke dalam pusaran kontroversi.
Dalam pernyataannya, Kopassus mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kabar bohong yang sedang beredar. "Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," demikian bunyi keterangan resmi dari akun @penkopassus.
Penegasan sebagai Informasi Palsu
Kopassus tidak hanya menyebut informasi tersebut sebagai hoax, tetapi juga memberikan analisis mengenai motif di balik penyebarannya. Menurut institusi ini, informasi palsu tersebut sengaja disebarkan dengan tujuan tertentu yang dapat merugikan stabilitas nasional.
"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid," tegas pernyataan resmi tersebut. "Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara."
Penegasan ini menunjukkan komitmen Kopassus dalam menjaga integritas institusi dan mencegah penyebaran informasi yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Dampak dan Imbauan kepada Publik
Penyebaran hoax semacam ini memiliki beberapa dampak negatif yang perlu diwaspadai:
- Merusak reputasi institusi TNI dan lingkungan Istana
- Menimbulkan kegaduhan di masyarakat
- Memecah belah soliditas nasional
- Mengalihkan perhatian dari isu-isu penting lainnya
Kopassus mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan institusi negara. Verifikasi informasi dari sumber resmi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran berita palsu.
Dengan tindakan tegas memberikan label hoax pada postingan tersebut, Kopassus menunjukkan sikap proaktif dalam melawan penyebaran disinformasi di era digital saat ini.



