Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 13 Orang Menjelang Gencatan Senjata
Sedikitnya 13 orang tewas dan sekitar 35 lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap wilayah Tyre di Lebanon bagian selatan. Serangan ini terjadi hanya beberapa menit sebelum gencatan senjata antara kedua negara diberlakukan pada Kamis (16/4/2026) tengah malam waktu setempat.
Gedung Permukiman Hancur dan Korban Terjebak Reruntuhan
Menurut laporan koresponden AFP di Lebanon, serangan Israel menargetkan enam gedung permukiman di wilayah Tyre hingga hancur. Seorang pejabat setempat yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi jumlah korban tewas dan luka-luka tersebut. Para petugas penyelamat masih melakukan pencarian terhadap 15 orang lainnya yang dinyatakan hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan.
Kepulan asap tebal terlihat menjulang di langit Tyre pasca serangan, menggambarkan situasi yang mencekam di wilayah tersebut. Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang telah berlangsung sejak Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret lalu.
Gencatan Senjata 10 Hari Diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social. Trump menyatakan bahwa gencatan senjata ini akan berlangsung selama 10 hari ke depan, dimulai pada Kamis tengah malam waktu setempat.
"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun dari Lebanon dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat untuk secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari," kata Trump dalam pengumumannya.
Pembicaraan Langka di Washington DC Mediasi AS
Pengumuman gencatan senjata ini disampaikan menyusul pembicaraan langsung yang tergolong langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC. Pertemuan yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada Selasa (14/4) waktu setempat itu menjadi pertemuan langsung pertama antara pejabat senior dari kedua negara sejak tahun 1993 silam.
Konflik ini memanas setelah kelompok Hizbullah yang bermarkas di Lebanon dan didukung Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel. Sejak saat itu, rentetan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Israel juga telah mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan wilayahnya.
Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, serangan terakhir ini menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di kawasan tersebut. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan untuk memastikan gencatan senjata berjalan sesuai kesepakatan dan tidak dilanggar oleh pihak manapun.



