Josepha Alexandra: Protes Juri LCC, Beasiswa China hingga ke Istana Wapres
Josepha Alexandra: Protes Juri LCC, Beasiswa China ke Istana Wapres

Nama Josepha Alexandra, atau akrab disapa Ocha, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak ini viral setelah dengan berani menyuarakan protes terhadap keputusan juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR yang dinilainya tidak adil.

Kronologi Protes Josepha

Dalam kompetisi LCC tersebut, Ocha melakukan interupsi setelah juri memberikan nilai minus atas jawabannya yang berkaitan dengan proses pemilihan anggota BPK. Ocha heran karena kelompok lain diberi poin 10 padahal jawabannya sama. "Dewan juri, izin. Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Tadi saya mengatakan seperti ini 'Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden'," kata Ocha.

Juri bersikukuh ada yang kurang dari jawaban Ocha. Namun, Ocha tetap meyakinkan bahwa apa yang disampaikannya sama dengan kelompok lain. "Pak maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain, mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?" tanya Ocha. Momen tersebut kemudian viral di media sosial dan menuai banyak pujian atas keberaniannya meluruskan keputusan yang dianggap salah dan merugikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi dan Beasiswa ke China

Akibat sikapnya yang berani, Ocha mendapat berbagai apresiasi. Salah satunya dari Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, yang kagum dengan keberanian Josepha. Sebagai bentuk apresiasi, Rifqi berniat memberikan beasiswa S1 ke China kepada Josepha. "Josepha akan abang berikan beasiswa kuliah gratis di China," ujar Rifqi seperti dikutip dari akun Facebook pribadinya, Selasa (12/5/2026).

Selain beasiswa, sebagai alumni SMA 1 Pontianak, Rifqi juga berjanji akan mempekerjakan Josepha di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan studi di China. "Dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," kata Rifqi. Politikus NasDem ini bangga karena Josepha pantang menyerah mempertahankan kebenaran atas gagasan. "Abang bangga dengan Josepha telah menjadi dutanya SMA 1 Pontianak yang sekarang sudah menasional dengan peristiwa ini. Kita ambil hikmahnya peristiwa ini," ungkap Rifqi.

Undangan ke Istana Wakil Presiden

Tak hanya dijanjikan beasiswa ke China, Ocha dan teman-temannya yang mengikuti LCC mewakili SMAN 1 Pontianak juga mendapat undangan ke Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan untuk bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ocha dan teman-temannya mengaku senang bisa bertemu Wapres. "Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, mereka juga mendapat motivasi dan semangat dari Gibran untuk terus belajar dan berprestasi. "Kami juga diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk public speaking ataupun untuk berdebat di muka umum," kata Ocha kepada wartawan usai pertemuan, Rabu (13/5/2026).

Dampak Viral dan Tindak Lanjut

Peristiwa ini juga memicu respons dari berbagai pihak. Ketua MPR memutuskan untuk mengulang lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat. Juri dan MC lomba tersebut bahkan digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait polemik penilaian yang keliru. MPR juga mengakui adanya kelalaian dan menonaktifkan juri yang bersangkutan. Keberanian Josepha Alexandra tidak hanya membuahkan apresiasi pribadi, tetapi juga mendorong perbaikan sistem dalam penyelenggaraan lomba serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga