Sebuah tautan yang diklaim sebagai akses untuk mengecek penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 900.000 dari Kementerian Sosial (Kemensos) beredar di media sosial. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut dipastikan palsu dan merupakan modus pencurian data pribadi.
Narasi yang Beredar
Tautan yang diklaim untuk mengecek penyaluran BLT Rp 900.000 dari Kemensos dibagikan oleh beberapa akun Facebook pada Juni 2026. Narasi yang disertakan mengajak masyarakat untuk segera mengecek status penerimaan bantuan melalui tautan yang disediakan. Berikut adalah contoh narasi yang beredar:
- "Bagi yang belum menerima BLT Rp 900.000, segera cek di sini!"
- "Kemensos resmi membuka akses pengecekan BLT tahap baru. Klik tautan berikut."
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap tautan tersebut. Hasilnya, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemensos atau portal bantuan sosial pemerintah. Sebaliknya, tautan tersebut dirancang untuk mengelabui pengguna agar memasukkan data pribadi seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, dan informasi perbankan.
Praktik seperti ini dikenal sebagai phishing, yaitu upaya mencuri data sensitif dengan menyamar sebagai entitas tepercaya. Kemensos sendiri telah mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan yang mengatasnamakan program bantuan sosial.
Imbauan Resmi Kemensos
Kementerian Sosial secara resmi menyatakan bahwa pengecekan BLT hanya dapat dilakukan melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi resmi yang telah ditetapkan. Masyarakat diminta tidak mengklik tautan sembarangan dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Jika menemukan tautan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau hubungi call center Kemensos di nomor resmi yang tersedia.
Kesimpulan
Tautan yang beredar untuk mengecek penyaluran BLT Rp 900.000 dari Kemensos adalah hoaks. Tautan tersebut merupakan modus pencurian data pribadi. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi dan tidak mudah tergiur dengan tawaran bantuan yang tidak jelas asal-usulnya.



