KOMPAS.com - Sebuah narasi yang menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp 10.500 per liter beredar luas di media sosial. Kabar ini muncul di tengah spekulasi membaiknya kondisi geopolitik global, terutama setelah adanya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut-sebut berdampak pada penurunan harga minyak dunia.
Narasi yang Beredar
Unggahan yang mengklaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara resmi mengumumkan harga baru Pertamax tersebut dibagikan oleh beberapa akun Facebook. Unggahan-unggahan itu muncul pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam narasinya, disebutkan bahwa penurunan harga ini merupakan respons terhadap dinamika geopolitik yang membaik, sehingga harga minyak mentah global turun dan berdampak pada harga BBM di dalam negeri.
Fakta: Informasi Tersebut Hoaks
Setelah melakukan penelusuran dan verifikasi, Tim Cek Fakta Kompas.com memastikan bahwa narasi yang menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga Pertamax menjadi Rp 10.500 per liter adalah informasi yang keliru atau hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian ESDM maupun Menteri Bahlil mengenai hal tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan selalu melakukan pengecekan melalui sumber resmi.
Hoaks ini menyebar di tengah situasi geopolitik yang memang diprediksi membaik, namun belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Tim Cek Fakta Kompas.com mengingatkan agar publik waspada terhadap berita-berita menyesatkan yang memanfaatkan isu sensitif seperti harga BBM.



