Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah isu yang menyebutkan bahwa penangkapan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang positif narkoba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terkait dengan rombongan calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). BNN menegaskan bahwa tindakan tersebut murni penegakan hukum di bidang narkoba.
Penjelasan BNN
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol BNN, Brigjen Putu Putera Sadana, menyatakan bahwa semua tindakan BNN dan instansi terkait dilakukan secara profesional. "Semua tindakan BNN dan instansi terkait lainnya adalah upaya penegakan hukum secara profesional, tidak terkait dengan adanya berita yang beredar," ujarnya pada Rabu (10/6/2026).
Dia menegaskan bahwa penindakan terhadap 10 WNI yang baru pulang dari Bangkok, Thailand, tersebut merupakan pengembangan dari kasus penangkapan dua warga negara Rusia yang membawa hashish dari Thailand beberapa waktu lalu. "Ya (murni pengembangan kasus)," tegas Brigjen Putu.
Munas HIPMI di Lampung
Sementara itu, Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI digelar di Lampung pada hari ini. Empat kandidat caketum hadir dalam acara tersebut, yaitu Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afi Kalla, dan Anthony Leong. Mereka bersaing untuk menggantikan Ketua Umum periode 2022-2026, Akbar Himawan Buchari.
Sekretaris Jenderal HIPMI periode 2022-2026, Anggawira, memastikan bahwa keempat caketum hadir dalam kondisi sehat dan fit. "Hadir lengkap, sehat dan fit," ujarnya saat dihubungi. Dia juga membantah kabar bahwa salah satu caketum terjerat kasus narkoba oleh BNN. "Hoaks, itu agitasi propaganda," tegasnya.
Proses Pemilihan
Anggawira menjelaskan bahwa pemilihan caketum akan dilakukan setelah penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). "Belum (pemilihan hari ini), masih panjang kan sidang-sidang LPJ, AD/ART," ucapnya.
Munas ke-XVIII HIPMI diselenggarakan pada 10-11 Juni 2026 di Novotel, Bandar Lampung, dengan tema "Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional". Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 peserta, termasuk jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, fungsionaris HIPMI, dan mantan ketua umum HIPMI.



