KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa 28 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) terancam drop out (DO) akibat menggelar demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Narasi ini muncul setelah para mahasiswa Unhas melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Rektorat pada Kamis, 11 Juni 2026.
Bantahan dari Pihak Unhas
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut dibantah oleh pihak Unhas. Meskipun demikian, terdapat informasi bahwa satu mahasiswa benar-benar mendapat ancaman DO dari fakultas. Unggahan yang mengklaim 28 mahasiswa Unhas diancam DO karena menolak MBG dan SPPG dibagikan oleh beberapa pengguna Facebook pada Minggu, 14 Juni 2026.
Pihak Unhas menegaskan bahwa tidak ada ancaman DO massal terhadap mahasiswa yang berdemo. “Klarifikasi kami, tidak ada 28 mahasiswa yang terancam DO. Itu informasi yang tidak benar,” ujar perwakilan Unhas dalam keterangan resmi.
Detail Aksi Demo Mahasiswa Unhas
Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Unhas pada 11 Juni 2026 bertujuan menolak program MBG dan pendirian SPPG. Mereka menganggap program tersebut tidak tepat sasaran dan membebani masyarakat. Namun, aksi tersebut berlangsung damai dan tidak ada tindakan represif dari pihak kampus.
Meski demikian, satu mahasiswa diketahui mendapat surat peringatan dari fakultas terkait pelanggaran tata tertib. Surat tersebut berisi ancaman DO jika mahasiswa yang bersangkutan kembali melanggar aturan. Namun, hal ini bersifat individual dan tidak terkait langsung dengan demo.
Kesimpulan
Klaim bahwa 28 mahasiswa Unhas terancam DO karena demo menolak MBG dan SPPG adalah hoaks. Pihak Unhas telah membantah narasi tersebut. Satu mahasiswa memang menerima ancaman DO, tetapi itu merupakan kasus terpisah dan bukan akibat aksi demo. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.



