Viral Sampah Menumpuk di TPS Tanah Baru, DLHK Depok Lakukan Pengangkutan Bertahap
Viral Sampah Menumpuk di TPS Tanah Baru, DLHK Depok Angkut

Depok - Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan tumpukan sampah yang sangat tinggi dan bau menyengat di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tanah Baru, Beji, Depok. Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bergerak cepat dengan melakukan pengangkutan sampah secara bertahap.

Dalam video yang beredar, tampak sampah menumpuk hingga melebihi tinggi tembok pembatas TPS. Warga sekitar mengeluhkan kondisi tersebut karena sampah yang menumpuk dan bau tidak sedap berada tepat di pinggir jalan, mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

Kendala Penumpukan Sampah

Kepala DLHK Depok, Reni Nuraeni, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengangkutan sampah pada Senin, 15 Juni 2026. Reni memaparkan beberapa kendala yang menyebabkan penumpukan sampah, antara lain:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Keterbatasan armada: Jumlah armada pengangkut sampah yang terbatas sehingga pemberlakuan pengangkutan terjadwal, terutama untuk alat berat.
  • Volume sampah tinggi: TPS Tanah Baru berada di perlintasan dan permukiman padat penduduk, sehingga volume sampah cenderung meningkat setelah hari libur atau akhir pekan.
  • Daya tampung TPS tidak seimbang: Kapasitas TPS yang terbatas tidak sebanding dengan volume sampah yang masuk, menyebabkan penumpukan yang cepat.
  • Frekuensi pengangkutan ke TPA berkurang: Keterlambatan atau pengurangan frekuensi pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) membuat volume sampah yang masuk lebih besar daripada yang terangkut.
  • Kendala operasional: Armada pengangkut yang mengalami kerusakan dan masalah teknis lainnya turut memperparah situasi.

Langkah Penanganan

Untuk mengatasi permasalahan yang berulang ini, DLHK Depok mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Melakukan perbaikan sistem pengangkutan sampah agar lebih efisien dan terjadwal.
  • Mendorong warga untuk memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri, guna mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.
  • Berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta pengurus RW dan RT setempat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Reni menegaskan, permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, selain kasus sampah di TPS Tanah Baru, warga Depok juga dihebohkan dengan peristiwa lain, seperti tiang listrik di Cipayung yang terbakar akibat korsleting. Namun, fokus utama saat ini adalah penanganan tumpukan sampah yang telah viral dan menjadi perhatian publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga