Sungai Cibanten Penuh Sampah, Relawan Desak Pemkot Serang Tindak Tegas
Sungai Cibanten Penuh Sampah, Relawan Desak Tindak Tegas

Sungai Cibanten yang menjadi bagian dari sejarah panjang Banten kini berubah menjadi lautan sampah. Para relawan dari Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) bersama Gabungan Peduli Lingkungan mengaku kesulitan membersihkan sungai tersebut. Mayoritas sampah yang memenuhi sungai adalah sampah rumah tangga, seperti sandal, styrofoam, plastik, hingga pakaian. Kondisi ini berpotensi menyumbat aliran air dan memicu banjir di Kota Serang, Banten.

Relawan Temukan Warga Buang Sampah Saat Kegiatan Bersih-Bersih

Ketua KPSB, Lulu Jamaludin, mengungkapkan bahwa banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, bantaran sungai, pinggir jalan, dan lahan kosong. Hal ini disampaikannya pada Senin, 15 Juni 2026. Bahkan saat kegiatan bersih-bersih Sungai Cibanten pada Sabtu, 14 Juni 2026, relawan masih melihat warga membuang sampah ke sungai maupun lahan kosong. "Bahkan masih ada warga yang membuang sampah ke sungai dari atas jembatan saat melintas," terangnya.

Sungai Cibanten yang membentang sepanjang 35 kilometer dan pernah menjadi urat nadi transportasi pada masa Kesultanan Banten, dengan hulu di Gunung Karang dan hilir di Karangantu, kini airnya menghitam akibat sampah. Para relawan berharap Pemerintah Kota Serang dapat mengambil tindakan tegas terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. "Salah satu usulan yang disampaikan yakni penguatan penegakan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah," ujar Lulu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Usulan Sanksi Sosial dan Edukasi 3R

Para relawan juga mendorong berbagai instansi untuk meningkatkan pengawasan, menggelar operasi penertiban, serta memasang kamera pengawas di lokasi rawan pembuangan sampah. Bagi pelanggar, mereka mengusulkan pemberian sanksi sosial yang bersifat edukatif agar masyarakat semakin sadar akan bahaya membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai. "Tujuannya bukan untuk mempermalukan warga, tetapi sebagai bagian dari edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan," tuturnya.

Sanksi yang diusulkan berupa kerja bakti membersihkan sampah di lokasi pelanggaran. Selain itu, pemerintah didorong menyediakan lebih banyak fasilitas pembuangan sampah dan mengajak masyarakat aktif memanfaatkan bank sampah. Edukasi mengenai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) perlu terus dilakukan agar kesadaran menjaga lingkungan semakin meningkat. "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kalau setiap warga memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, maka sungai akan tetap bersih dan lingkungan sehat," jelas Lulu.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Sungai Cibanten yang bersejarah dapat kembali bersih dan berfungsi optimal, serta terhindar dari potensi banjir yang mengancam Kota Serang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga