Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui pembangunan 11 rumah susun (rusun) baru pada tahun 2027. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan yang semakin terasa di ibu kota.
Latar Belakang Pembangunan Rusun
Pramono menyatakan bahwa pembangunan hunian vertikal menjadi solusi yang tidak bisa dihindari bagi Jakarta. Ia menilai semakin sulit bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk memiliki rumah tapak di Jakarta karena harga tanah yang tinggi.
"Karena enggak mungkin di Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu ya, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu," ujar Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Skema Kepemilikan dan Sewa
Pramono menegaskan bahwa 11 rusun baru tersebut dapat dibeli atau disewa oleh masyarakat. Prosesnya akan dilakukan secara terbuka dan transparan untuk memudahkan akses bagi warga yang membutuhkan.
"Dalam rapat anggaran saya sudah menyetujui untuk tahun depan ini kita bangun 11 rusun baru yang besar untuk memberikan kemudahan secara terbuka dan transparan bagi siapa pun untuk memilikinya ataupun menyewanya," kata Pramono.
Peningkatan Jumlah Pendatang
Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengungkapkan laporan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengenai peningkatan jumlah masyarakat yang kembali datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan atau peluang usaha.
"Dalam kondisi ekonomi yang seperti ini, dan saya mendapatkan laporan dari Dukcapil, banyak masyarakat yang sekarang datang kembali ke Jakarta karena hub-nya ada di Jakarta," jelasnya.
Jakarta Tetap Terbuka dengan Ketertiban
Pramono menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi kota terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan mencari penghidupan. Namun, ia mengingatkan seluruh warga, termasuk pendatang, untuk menjaga ketertiban umum.
"Jakarta ini kota terbuka. Siapa saja boleh datang. Siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum. Itu yang paling utama," ujar Pramono.



