Pilah Sampah di Kepulauan Seribu Capai 59 Persen, Infrastruktur Diperkuat
Pilah Sampah di Kepulauan Seribu Capai 59 Persen

Capaian Pilah Sampah di Kepulauan Seribu Tembus 59 Persen

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin DLH) Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, mengungkapkan bahwa capaian pemilahan sampah dari sumber di wilayah kepulauan tersebut telah mencapai 59 persen. Hal ini disampaikan Achmad dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026, mengutip Antara. "Pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen," ujar Achmad.

Menurut Achmad, pencapaian ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Namun, ia menekankan bahwa kolaborasi seluruh pihak masih sangat diperlukan untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan tersebut. Saat ini, sampah telah dikelola di sebelas pulau penduduk, salah satunya melalui pemanfaatan sebagai pakan ternak di Pulau Untung Jawa. "Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan sudah siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik," tutup Achmad.

Penguatan Infrastruktur dan Peran PJLP sebagai Agen Edukasi

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menyatakan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih perlu diperkuat agar dapat diterapkan secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta agar sampah dari Kepulauan Seribu tidak lagi dibawa ke daratan Jakarta. "Penguatan infrastruktur pengelolaan sampah masih diperlukan agar target pengurangan pengiriman sampah ke daratan dapat tercapai secara optimal," kata Fadjar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fadjar menyebutkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan peran Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai agen edukasi pemilahan sampah dari sumber yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. "Oleh karena itu, para petugas tidak hanya menjalankan tugas pokoknya masing-masing, tetapi juga diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi lingkungan, khususnya terkait pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga," jelas Fadjar.

Gerakan Pilah Sampah Melibatkan Camat dan Lurah

Gerakan pilah sampah yang melibatkan camat dan lurah saat ini telah berjalan cukup baik. Namun, Bupati Fadjar menegaskan bahwa penguatan infrastruktur tetap menjadi prioritas agar target pengurangan sampah ke daratan dapat tercapai secara optimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan petugas lapangan diharapkan mampu menekan volume sampah yang dikirim ke Jakarta.

Dengan capaian 59 persen, Kepulauan Seribu menunjukkan komitmen dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Inovasi seperti pemanfaatan sampah organik untuk pakan ternak di Pulau Untung Jawa menjadi contoh solusi berkelanjutan yang dapat direplikasi di pulau-pulau lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga