Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Tembus 8 Persen
Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru pada awal Juni 2026, sejumlah indikator utama perekonomian mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Data tersebut menunjukkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,03 persen. Sementara Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 4,13 persen. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 20,69 persen. Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,55 persen.
Capaian ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap pergerakan ekonomi di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Kenaikan belanja pemerintah yang cukup tinggi diyakini turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan perputaran uang, serta memperkuat sektor usaha dan jasa.
Tanggapan Wali Kota Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik data yang dirilis BPS tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 8 persen secara tahunan pada triwulan pertama merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak.
"Alhamdulillah, data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa arah kebijakan yang kami jalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat Kota Pekanbaru," ujar Agung Nugroho.
Ia menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya melakukan pengelolaan belanja daerah secara lebih efektif dan tepat sasaran agar mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian.
"Kami berupaya memastikan setiap rupiah belanja pemerintah dapat berputar di tengah masyarakat. Program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus kami dorong agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Agung juga menilai tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah hingga lebih dari 20 persen menunjukkan bahwa percepatan realisasi anggaran mampu menjadi stimulus ekonomi yang efektif di tengah masyarakat.
"Belanja pemerintah bukan hanya soal administrasi anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika proyek berjalan, UMKM bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami," jelasnya.
Selain itu, pertumbuhan investasi yang tercermin dari peningkatan PMTB sebesar 8,55 persen menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Kota Pekanbaru semakin baik.
"Ini menjadi sinyal positif bagi kita semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha," ungkapnya.
Ke depan, Agung menegaskan Pemko Pekanbaru akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, serta optimalisasi pendapatan daerah.
"Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha yang lebih luas," tutupnya.



