Seluruh jajaran Polda Riau menyambut kedatangan Pataka 'Tuah Sakti Hamba Negeri' dan Nugraha Sakanti dengan upacara khusus di Mapolda Riau, Pekanbaru, Kamis (2/7/2026). Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa Nugraha Sakanti yang diberikan Presiden Prabowo Subianto menjadi kado istimewa di Hari Bhayangkara ke-80.
Kehormatan di Hari Bhayangkara
Irjen Herry Heryawan menegaskan, Polda Riau patut berbangga hati karena kehormatan ini hadir bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Selama delapan dasawarsa pengabdian Polri kepada ibu pertiwi, dedikasi pelayanan kepada masyarakat yang selama ini dilakukan berbuah manis.
"Ini adalah kado yang tidak ternilai harganya, sekaligus amanah yang harus kita pikul dengan penuh kesungguhan, sebab kehormatan besar selalu datang bersama tanggung jawab yang lebih besar pula," kata Irjen Herry Heryawan dalam apel penyambutan Pataka Polda Riau dan Nugraha Sakanti.
Pataka Saksi Sunyi Pengabdian
Polda Riau menggelar kirab untuk menyambut datangnya kembali Pataka dan Nugraha Sakanti. Pataka kali ini pulang ke Polda Riau bukan sebagai pataka biasa, melainkan menggandengkan tanda kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden RI.
Dalam sambutannya, jenderal lulusan Akpol 1996 itu menyampaikan bahwa pataka selama ini menjadi saksi sunyi setiap pengabdian dan dedikasi seluruh personel Polda Riau. "Ada getar yang sulit saya lukiskan dengan kata-kata ketika menyaksikan pataka kita berdiri tegak di pagi hari ini. Pataka ini telah lama menjadi saksi sunyi dalam setiap peluh, keringat, doa, pengorbanan dan dedikasi setiap insan Bhayangkara di seluruh penjuru Provinsi Riau," imbuhnya.
"Dari Pekanbaru hingga pesisir, dari kota hingga pelosok, hari ini saksi itu pulang membawa cerita baru, pengabdian yang tulus sekecil apapun tidak pernah luput dari pandangan Allah SWT dan pada akhirnya tidak pernah luput dari pengakuan bangsa dan negara," sambungnya.
Nugraha Sakanti: Tanda Kehormatan Tertinggi
Nugraha Sakanti adalah tanda kehormatan tertinggi yang hanya disematkan kepada satuan Polri yang telah membuktikan jasa, dedikasi dan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. "Maka ketika Pataka Polda Riau dianugerahi kehormatan ini, sesungguhnya banyak kisah, banyak cerita pengabdian anggota Bhayangkara yang telah tercatat dalam sejarah bangsa," ucap Irjen Herry Heryawan.
Dengan rasa haru, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat di Provinsi Riau. Ia menegaskan bahwa Nugraha Sakanti tersebut bukan milik kapolda, tetapi milik seluruh personel di lingkungan Polda Riau, sekaligus milik masyarakat yang selama ini mendukung keamanan dan ketertiban di Bumi Lancang Kuning.
Penghargaan untuk Semua Personel
"Maka dengan hati yang tulus dan penuh syukur, atas nama seluruh keluarga besar Polda Riau menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya. Kehormatan ini bukan milik saya, bukan pula milik segelintir orang, kehormatan ini milik setiap personel dari anggota Polda, Polres hingga polsek dari pangkat terendah sampai pangkat tertinggi. Dari seluruh ASN sampai kepada petugas kebersihan yang membersihkan mako. Ini juga milik seluruh Bhayangkari yang setia mendampingi dari belakang, setia mendampingi tugas-tugas suaminya. Milik warga yang merelakan waktu bersama demi tanah melayu yang terus kita jaga agar terus aman," paparnya.



