SMA Nasional KPS Balikpapan di Kalimantan Timur, yang saat ini berstatus Sekolah Unggul Garuda Transformasi, berhasil menciptakan ekosistem berbasis riset melalui konsep laboratorium hidup. Inisiatif ini menghasilkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program Riset Wajib bagi Siswa
Kepala SMA Nasional KPS Balikpapan, Noor Yanti Aziza, menjelaskan bahwa sekolah secara konsisten mengasah berpikir kritis siswa dengan mewajibkan penyusunan karya tulis ilmiah di kelas 11. Karya tersebut kemudian dipaparkan dalam forum ilmiah berskala nasional dan internasional ketika siswa memasuki kelas 12. Forum ilmiah tersebut menghadirkan penguji kompeten dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset Daerah, pusat penelitian universitas lokal, hingga akademisi luar negeri dari Australia, Amerika Serikat, dan Rusia.
Inovasi Ramah Lingkungan yang Dihasilkan
Penerapan program laboratorium hidup memicu para pelajar menciptakan berbagai inovasi. Menurut Noor Yanti, siswa berhasil membuat alat filter mikroplastik dari sabut kelapa untuk mesin cuci serta memproduksi cairan sampo herbal berkhasiat dari tanaman karamunting. Selain itu, siswa juga mengolah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel B100 skala kecil. Pengetahuan ini dibagikan kepada sekolah lain dan membantu operasional para petani rumput laut di daerah Manggar, Balikpapan.
Inovasi lainnya mencakup alat pendeteksi bencana banjir murah berbasis teknologi internet untuk segala (IoT), alat pelindung budi daya rumput laut dari hantaman gelombang, hingga perakitan instalasi listrik tenaga surya edukatif untuk lampu kapal nelayan tradisional.
Pelestarian Tanaman Langka dan Apresiasi Publik
Para peneliti dan pelajar Sekolah Garuda juga turut meriset sepuluh jenis tanaman langka dari Kebun Raya Balikpapan. Contoh ramuan dari tanaman tersebut tersimpan rapi di laboratorium ilmu pengetahuan alam sekolah. Seluruh hasil penemuan dipamerkan kepada publik melalui ajang bertajuk Hari Inovasi sebagai wadah apresiasi.
Dukungan Pemerintah Provinsi
Keberhasilan sekolah asal Kota Balikpapan menembus 30 besar institusi pendidikan unggulan nasional mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi Kaltim kini memiliki dua Sekolah Garuda setelah SMA Nasional KPS Balikpapan ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi 2026, menyusul pencapaian serupa oleh SMA Negeri 10 Samarinda pada tahun 2025.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menyatakan, "Kami mengucapkan selamat atas pencapaian luar biasa ini dan berharap kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mampu memotivasi institusi ini bertindak sebagai pusat keunggulan dalam mendorong percepatan transformasi pendidikan daerah."



