Uang Rp 1,5 miliar yang disimpan dalam koper milik seorang dokter di Batang, Jawa Tengah, rusak parah setelah terendam banjir rob. Pemiliknya, Ida Murlija, baru menyadari kerusakan tersebut saat hendak menggunakan uang itu untuk membayar biaya kuliah anaknya.
Kronologi Kerusakan Uang
Ida, seorang dokter puskesmas di Proyonanggan, Kabupaten Batang, mengaku lupa mengamankan koper berisi uang hasil penjualan tanahnya saat banjir rob melanda rumahnya sebelum Lebaran, sekitar Februari lalu. "Kurang lebih kejadian banjir rob itu sebelum Lebaran, bulan Februari. Tapi baru diketahui, karena memang sedang butuh untuk digunakan," kata Ida kepada Liputan6 SCTV, Jumat (3/7/2026).
Akibat terlalu lama terendam air, sebagian besar lembaran uang saling menempel, rusak, dan beberapa tidak lagi utuh. Uang tersebut didominasi pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.
Penanganan oleh Bank Indonesia
Pada Kamis siang (2/7/2026), petugas Bank Indonesia (BI) melakukan proses pemilahan terhadap uang yang rusak tersebut. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa uang yang rusak masih dapat ditukarkan sepanjang memenuhi persyaratan. "Yang bisa ditukar itu minimal lebih dari dua pertiga fisik uang masih ada. Meskipun terpotong, kami memiliki alat untuk mengukur kelengkapannya," jelas Bimala.
Imbauan bagi Masyarakat
BI mengimbau masyarakat untuk menyimpan uang tunai di tempat yang aman dan terlindung dari risiko bencana. Selain itu, masyarakat disarankan memanfaatkan layanan perbankan untuk menyimpan dana dalam jumlah besar guna menghindari kerusakan maupun kehilangan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, terutama dalam menghadapi risiko bencana alam seperti banjir.



