Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama sepuluh hari. Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pembangunan Embung sebagai Langkah Mitigasi
Pasca-penanggulangan kebakaran, Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur embung atau kolam buatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Langkah ini disebut sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran di masa mendatang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa pemerintah akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk menuju TPA Jatiwaringin, termasuk pembuatan embung di sekitarnya.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk ke TPA Jatiwaringin. Pembuatan embung di sekitar TPA," ujar Achmad Taufik pada Jumat, 10 Juli 2026, dikutip dari Antara. Ia menambahkan bahwa penyiapan infrastruktur kolam buatan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi dan meminimalisir kejadian serupa terulang atas kebakaran TPA tersebut.
Status Tanggap Darurat Dipertahankan
Meski seluruh titik api telah dinyatakan padam, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih mempertahankan status tanggap darurat bencana hingga 14 Juli 2026. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa status tanggap darurat belum dicabut karena pemerintah masih akan melakukan pemantauan secara intensif hingga masa penetapan berakhir. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penghentian atau perpanjangan status tersebut.
"Ini akan kita selesaikan sampai dengan tanggal 14. Nanti akan kita lihat setelah tanggal 14 apakah perlu diperpanjang atau kondisinya sudah landai seperti sekarang. Nanti akan kita lihat di tanggal 14," jelas Maesyal.
Proses Pendinginan dan Pemantauan
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pada Jumat, 10 Juli 2026 sore, tak terlihat lagi kobaran api maupun kepulan asap di area timbunan sampah. Namun, sejumlah petugas gabungan masih melakukan pembasahan di beberapa titik untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas di dalam timbunan sampah. Maesyal menyatakan bahwa proses pendinginan akan tetap dilakukan oleh petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD untuk memastikan tidak ada sisa titik panas yang dapat menimbulkan kebakaran susulan.
"Setelah dilakukan survei di seluruh lokasi, baik sektor barat maupun timur hingga ke puncak timbunan, alhamdulillah sudah tidak ditemukan lagi asap dan api. Sesuai arahan BNPB, kita masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembasahan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin," ujar Maesyal.
Dukungan BNPB dan Imbauan Mitigasi
Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, mengatakan bahwa pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara untuk membantu penanganan kebakaran apabila dibutuhkan pemerintah daerah. "Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap membantu," tuturnya.
Riswandi juga mengingatkan pemerintah daerah yang memiliki tempat pemrosesan akhir sampah untuk meningkatkan langkah mitigasi selama musim kemarau. "Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," imbuhnya.



