Harga Listrik Global: Tertinggi di Oseania dan Eropa
Harga Listrik Global: Tertinggi di Oseania dan Eropa

Global Petrol Prices merilis data terbaru harga listrik rata-rata dunia untuk kuartal I 2026 (Januari-Maret 2026). Berdasarkan laporan tersebut, pelanggan rumah tangga di seluruh dunia membayar rata-rata sekitar Rp 3.097 per kilowatt-hour (kWh), sementara pelanggan bisnis membayar sekitar Rp 2.919 per kWh. Angka-angka ini dihitung dengan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS.

Perbedaan Regional yang Signifikan

Secara regional, tarif listrik rumah tangga tertinggi tercatat di Oseania dan Eropa. Di Oseania, harga rata-rata mencapai Rp 4.575 per kWh, sedangkan di Eropa sekitar Rp 4.539 per kWh. Kedua kawasan ini memiliki biaya energi yang jauh di atas rata-rata global.

Sementara itu, Asia menjadi kawasan dengan rata-rata harga listrik rumah tangga paling rendah, yakni sekitar Rp 1.513 per kWh. Angka ini kurang dari setengah rata-rata global, mencerminkan perbedaan besar dalam struktur biaya energi dan subsidi di berbagai negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implikasi bagi Konsumen dan Bisnis

Perbedaan harga listrik ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan biaya operasional bisnis di masing-masing kawasan. Di Oseania dan Eropa, tagihan listrik yang tinggi dapat membebani rumah tangga berpenghasilan rendah, sementara di Asia, harga yang lebih rendah dapat mendukung pertumbuhan industri dan daya saing ekonomi.

Data ini juga menjadi acuan bagi pemerintah dan perusahaan dalam merencanakan kebijakan energi dan investasi di sektor kelistrikan. Dengan fluktuasi harga energi global, pemantauan tarif listrik secara berkala menjadi penting untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga