KOMPAS.com - Secangkir kopi yang setiap hari dinikmati jutaan orang di seluruh dunia berpotensi terdampak oleh perubahan iklim global. Salah satu ancaman terbesarnya saat ini datang dari fenomena El Nino yang diperkirakan menguat hingga 2027.
Vietnam sebagai Produsen Kopi Robusta Terbesar
Mengutip VnExpress International, Rabu (17/6/2026), Vietnam sebagai produsen kopi robusta terbesar di dunia menghadapi potensi dampak dari fenomena El Nino yang diperkirakan menguat hingga awal 2027. Sekitar 95 persen produksi kopinya berasal dari jenis robusta, yang banyak digunakan dalam kopi instan hingga campuran espresso di berbagai negara.
El Nino yang terbentuk di wilayah Pasifik tengah saat ini memiliki peluang 60–65 persen untuk berkembang menjadi sangat kuat. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap produksi komoditas pertanian global, termasuk kopi.
Potensi Kenaikan Harga Biji Kopi
Wilayah Central Highlands di Vietnam yang menjadi sentra utama perkebunan kopi kini menghadapi ancaman kekeringan. Kurangnya pasokan air irigasi dikhawatirkan dapat menekan hasil panen dalam beberapa musim mendatang. Jika produksi terganggu, harga biji kopi global berpotensi naik, memengaruhi konsumen di seluruh dunia.
Para petani dan pelaku industri kopi di Vietnam mulai bersiap menghadapi dampak El Nino dengan menerapkan teknik irigasi yang lebih efisien dan mencari varietas kopi yang lebih tahan kekeringan. Namun, tantangan terbesar adalah ketidakpastian cuaca yang sulit diprediksi.



