49 Pengusaha Studi Komparatif di Jateng, Jajaki Kolaborasi dan Investasi
49 Pengusaha Studi Komparatif di Jateng, Jajaki Kolaborasi

Sebanyak 49 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia melaksanakan studi komparatif di sejumlah perusahaan di Jawa Tengah. Kunjungan ini juga bertujuan untuk menjajaki peluang investasi dan kolaborasi bisnis.

Penyambutan oleh Gubernur Jawa Tengah

Para pengusaha yang tergabung dalam kegiatan Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang pada Kamis malam. Luthfi mengungkapkan rasa terima kasih atas kedatangan mereka dan menekankan bahwa iklim investasi di Jawa Tengah sangat kondusif serta didukung oleh berbagai faktor penunjang.

"Sudah saya paparkan bahwa Jawa Tengah ini menarik hati. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi," ujar Luthfi dalam keterangannya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Realisasi Investasi dan Kawasan Industri

Berdasarkan data tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110,02 triliun. Pada triwulan I tahun 2026, investasi telah menembus Rp23 triliun, dengan tambahan sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal. Faktor-faktor ini didukung oleh keberadaan kawasan industri yang tersebar di berbagai daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, serta kawasan industri di Semarang, Demak, dan lainnya. Bahkan, sekitar 12 daerah telah mengajukan pembentukan kawasan industri atau kawasan ekonomi baru.

Jumlah unit usaha di Jawa Tengah tercatat sebanyak 4,93 juta unit, terdiri dari usaha besar dan menengah sebanyak 56.286 unit serta UMKM sekitar 4,8 juta unit. Beberapa usaha tersebut telah melakukan ekspor produk ke berbagai negara.

Pandangan Dahlan Iskan tentang Perkembangan Jawa Tengah

Pelopor acara, Dahlan Iskan, menilai kondisi Jawa Tengah saat ini telah jauh berkembang dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal ini ditandai dengan infrastruktur yang semakin baik, termasuk hadirnya kawasan industri di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah. Menurutnya, dukungan infrastruktur dan iklim investasi yang baik membuat banyak investor berdatangan. Selain itu, kondusivitas wilayah dan dukungan pemerintah daerah yang baik menjadi faktor utama kepercayaan pengusaha untuk berinvestasi di Jawa Tengah.

Dahlan membawa puluhan pengusaha untuk mengunjungi beberapa perusahaan besar di Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, tiga perusahaan telah dikunjungi, yaitu Halo BCA di Semarang, pabrik mebel yang mengekspor produk ke seluruh dunia, dan pabrik Polytron yang memproduksi alat elektronik serta mulai meningkatkan produksi sepeda motor listrik.

"Semuanya berkunjung ke Jawa Tengah, besok (Jumat) ke Sido Muncul agar semakin dapat wawasan dan inspirasi bagaimana mengembangkan bisnis. Menurut pengamatan saya, para pebisnis atau pengusaha ini orang yang paling tangguh, ketika jatuh dan mengalami kesulitan ia akan bangkit lagi," pungkas Dahlan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga