Kisah Haru Ibu Arciana Melahirkan di Tenda Darurat saat Gempa Mengguncang Sigi
Seorang ibu bernama Arciana melahirkan anak ketiganya di tengah situasi darurat pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Peristiwa mengharukan ini terjadi di tenda pengungsian di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/6/2026) malam.
Arciana tidak dapat dibawa ke rumah sakit karena akses yang jauh dan kondisi yang belum kondusif. Ia menjalani proses persalinan dengan bantuan keluarga dan warga sekitar di tenda darurat, meskipun gempa susulan masih terus terasa.
“Jam 11 gempa, pas jam 8 malam sudah melahirkan. Sudah tidak bisa lagi dibawa ke rumah sakit karena jauh. Waktu saya melahirkan itu masih gempa,” ujar Arciana kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Proses persalinan berlangsung lancar dan bayi lahir dalam keadaan sehat, meskipun dihantui kepanikan akibat gempa dan ancaman gempa susulan. Arciana mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.
“Iya waktu melahirkan ada orang tua kami yang bantu. Ada juga seperti dukun di sini,” jelasnya.
Arciana memberikan nama Efker kepada anak ketiganya. Nama tersebut memiliki makna khusus yang berkaitan dengan peristiwa yang mengiringi kelahirannya.
“Nama bayi saya Efker. Efker artinya gempa. Ini adalah anak saya yang ketiga,” ujar Arciana.
Kisah Arciana menjadi salah satu dari sekian banyak kisah heroik dan haru yang muncul pascagempa di Sulawesi Tengah. Solidaritas warga dan keluarga menjadi pilar utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.



