17 Titik di Surabaya Banjir, Genangan Tertinggi Capai 50 Cm
17 Titik di Surabaya Banjir, Genangan Tertinggi 50 Cm

Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Senin (22/6) subuh mengakibatkan 17 titik banjir. Genangan tertinggi mencapai setengah meter di kawasan Stikosa AWS, Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo. Penanganan banjir terkendala pasang air laut yang menghambat pemompaan air ke laut.

Data Terkini Genangan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti menyatakan, per pukul 09.25 WIB, 15 dari 17 titik genangan masih dalam penanganan petugas gabungan. "Dari total 17 lokasi genangan yang terdata, dua titik telah surut, sementara 15 titik lainnya masih tergenang dan terus dipantau petugas di lapangan," kata Linda.

Titik yang masih tergenang meliputi Jalan Ngagel Kebonsari, Jalan Bung Tomo, Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Imam Bonjol, Jalan Simo Hilir Raya, Jalan Tanjungsari, Jalan Menur Pumpungan, hingga kawasan Medokan Semampir Indah. Genangan tertinggi tercatat setinggi 50 sentimeter di Nginden Jangkungan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Titik yang Sudah Surut

Dua titik yang telah dinyatakan surut adalah kawasan Wisma Tengger Kandangan, Kecamatan Benowo, serta Jalan Simo Kalangan, Kecamatan Sukomanunggal. Genangan di sekitar RSIA Kendangsari juga dilaporkan surut pada pukul 09.04 WIB.

Menurut Linda, seluruh genangan dipicu hujan dengan intensitas sedang yang terjadi sejak dini hari. Untuk mempercepat penanganan, petugas dari BPBD Kota Surabaya bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) melakukan penyedotan air serta pemantauan kondisi genangan di lokasi terdampak.

Pohon Tumbang dan Imbauan

Kejadian pohon tumbang dilaporkan di Jalan Lusi, Keputran, Kecamatan Tegalsari. Hingga laporan terakhir, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. BPBD memastikan tidak ada laporan rumah rusak. Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, pohon tumbang, maupun dampak cuaca ekstrem lainnya mengingat hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Surabaya.

Kendala Pasang Air Laut

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya Adi Gunita mengungkapkan, selain intensitas hujan yang tinggi sejak subuh, pasang air laut menjadi faktor yang membuat penanganan banjir terkendala. "Pada waktu pasang air laut, kita enggak bisa apa-apa, enggak bisa mompa ke laut," ujar Adi.

Ia mencontohkan kondisi di kawasan Asem Rowo, di mana Kali Greges sudah meluap namun pompa tidak bisa bekerja optimal karena tertahan air laut pasang. Kondisi serupa terjadi di kawasan Ngagel, Kalisumo, hingga sekitar Jagir. Titik terparah saat ini berada di Tanjungsari dan Nginden, dengan ketinggian banjir hampir mencapai satu ban mobil.

"Kalau udah pasang air laut, masalahnya kita enggak bisa ngapa-ngapain, nunggu air laut surut baru kita pompa," ujarnya.

Solusi Jangka Panjang

Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah solusi permanen. Adi menyebut tahun ini ada rencana penanganan kawasan Tanjungsari-Tambak Mayor, termasuk penambahan kapasitas long storage berupa pembangunan saluran berukuran 1,5 x 2 meter di kanan dan kiri jalan. Selain itu, pembangunan rumah pompa Betani di kawasan Nginden juga masuk agenda 2026 untuk menuntaskan persoalan genangan di wilayah tersebut.

Petugas juga sedang mengidentifikasi kemungkinan sumbatan akibat proyek konstruksi yang sedang berjalan. "Kita survei, kita cek semuanya," kata Adi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga