Kemarau Ekstrem: 140 Titik di Banten Alami Kekeringan Parah
140 Titik di Banten Kekeringan Akibat Kemarau Ekstrem

Krisis Air di Tujuh Wilayah

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa sebanyak tujuh kabupaten/kota di Provinsi Banten mengalami kekeringan parah akibat kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino Godzilla. Total terdapat 140 titik terdampak yang tersebar di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang. Satu-satunya wilayah yang tidak termasuk adalah Kota Tangerang.

“Terdampaknya 140 titik se-Provinsi Banten, di luar Kota Tangerang,” kata Andra di Tangerang, Selasa (28/7).

El Nino Godzilla dan Kemarau Terpanjang

Menurut Andra, musim kemarau tahun ini diperkirakan menjadi yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena El Nino Godzilla, yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut secara ekstrem di Samudra Pasifik, menyebabkan penurunan curah hujan signifikan di wilayah Indonesia, termasuk Banten. Dampaknya, sumber air mengering dan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kekeringan ini memicu kekhawatiran akan krisis air skala besar, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada air tanah dan sungai. Wilayah seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang memiliki topografi perbukitan menjadi sangat rentan.

Langkah Penanganan Jangka Pendek

Sebagai respons cepat, Pemerintah Provinsi Banten memerintahkan seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. “Kita harus minta kepada seluruh aparat untuk sama-sama memantau, sama-sama menindaklanjuti setiap kekeringan yang ada agar masyarakat bisa mendapatkan minimal pertama adalah untuk kebutuhan air minum,” jelas Andra.

Bantuan air bersih menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan melaporkan jika ada titik kekeringan baru.

Rencana Pembangunan Sumur Bor

Selain bantuan jangka pendek, Pemerintah Provinsi Banten tengah mengkaji pembangunan sumur bor di titik-titik strategis. Andra menjelaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap kajian oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, termasuk penentuan titik dan kedalaman pengeboran. “Kita juga sedang berupaya untuk menemukan, untuk meneliti melalui ESDM kedalaman dan akan membuat sumur,” jelas Andra.

Sumur bor diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air saat musim kemarau. Namun, pembangunannya membutuhkan waktu dan koordinasi dengan instansi terkait.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kekeringan ini tidak hanya memengaruhi ketersediaan air minum, tetapi juga sektor pertanian dan peternakan. Banyak petani gagal panen karena lahan kering, sementara peternak kesulitan mendapatkan air untuk ternak mereka. Di beberapa desa, warga terpaksa membeli air bersih dengan harga tinggi, yang memberatkan ekonomi keluarga.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten menunjukkan bahwa jumlah titik kekeringan diperkirakan akan bertambah jika kemarau berlanjut. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan mendistribusikan bantuan ke daerah yang paling membutuhkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga