Unpad dan Pengemudi Ojol Capai Kesepakatan Soal Akses Masuk dan Keluar Kampus Jatinangor
Setelah sebelumnya sempat memicu aksi protes, Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama para pengemudi transportasi berbasis online (ojol) yang beroperasi di Kampus Jatinangor akhirnya mencapai kesepakatan terkait pengaturan akses keluar-masuk kawasan kampus. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat bersama yang memungkinkan ojol mengakses gerbang tertentu dengan aturan yang jelas.
Detail Kesepakatan Akses Masuk dan Keluar
Menurut Direktur Pengelolaan Aset dan Sarana Prasarana Unpad, Edward Henry, pengemudi ojek online dan taksi online kini diperbolehkan masuk ke kawasan kampus melalui Gerbang D atau Tugu Makalangan. Untuk akses keluar, para pengemudi diwajibkan menggunakan Gerbang C yang berlokasi di sekitar Bale Wilasa 1. Edward menegaskan bahwa kesepakatan ini telah diformalkan dalam surat resmi untuk memastikan kepatuhan semua pihak.
Mekanisme Akses dengan Kartu E-Money
Dalam implementasinya, pengemudi transportasi online roda dua (R2) dan roda empat (R4) dapat memasuki kampus melalui Gerbang D dengan menggunakan kartu uang elektronik (e-money) yang dikenakan tarif nol rupiah selama 15 menit. Kebijakan ini dirancang untuk memfasilitasi mobilitas tanpa membebani pengemudi secara finansial, sekaligus mengontrol durasi kunjungan di dalam kawasan kampus.
Kewajiban dan Evaluasi Kesepakatan
Edward Henry juga menyampaikan bahwa para pengemudi wajib mematuhi rambu lalu lintas dan aturan internal kampus, serta menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan akademik. "Para pengemudi tidak boleh melakukan tindakan yang dapat mengganggu aktivitas akademik dan non-akademik," tegasnya. Selain itu, kesepakatan ini akan dievaluasi dalam jangka waktu tiga bulan sejak penandatanganan.
Mekanisme Tinjauan Ulang
Apabila dalam pelaksanaannya dinilai tidak efektif atau tidak kondusif, pihak kampus berhak meninjau kembali kebijakan tersebut sewaktu-waktu. "Kesepakatan ini akan dievaluasi setelah tiga bulan. Apabila ternyata menyebabkan ketidaktertiban di area kampus, maka kesepakatan akan ditinjau ulang dan disesuaikan kembali," ujar Edward Henry. Hal ini menunjukkan komitmen Unpad untuk menyeimbangkan kebutuhan mobilitas dengan tata tertib kampus.
Latar Belakang Aksi Protes Sebelumnya
Kesepakatan ini muncul sebagai respons atas aksi unjuk rasa yang digelar para pengemudi ojol di depan Gedung Rektorat Unpad. Mereka memprotes pembatasan akses masuk ke area kampus yang dinilai menyulitkan aktivitas mengantar dan menjemput penumpang. Dengan adanya kesepakatan baru, diharapkan konflik tersebut dapat terselesaikan dan memberikan solusi yang lebih harmonis bagi kedua belah pihak.
Dengan langkah ini, Unpad dan komunitas ojol berupaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan teratur, sambil tetap memprioritaskan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh civitas akademika.



