Rektor UI Serukan Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Digital
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Ari Kuncoro, menegaskan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia harus melampaui model tradisional untuk dapat bersaing dan relevan dalam menghadapi tantangan era digital. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum pendidikan yang membahas masa depan perguruan tinggi di tanah air.
Pergeseran Paradigma Menuju Inovasi
Menurut Prof. Ari, model pendidikan tradisional yang berfokus pada pembelajaran satu arah dan kurikulum kaku sudah tidak lagi memadai. Perguruan tinggi perlu mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia menekankan bahwa transformasi ini bukan sekadar modernisasi fasilitas, tetapi perubahan mendasar dalam metode pengajaran dan penelitian.
"Kita harus bergerak dari model konvensional menuju sistem yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perubahan global," ujar Prof. Ari. Ia menambahkan bahwa integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran daring menjadi kunci dalam proses ini.
Kolaborasi Global dan Keterampilan Baru
Selain itu, Rektor UI menyoroti pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkaya pengalaman akademik. Pendidikan tinggi harus membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam jaringan global, melalui pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan program dual degree. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja internasional.
Prof. Ari juga mengidentifikasi beberapa keterampilan yang perlu ditekankan dalam kurikulum baru, antara lain:
- Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah kompleks
- Keterampilan digital dan literasi data
- Kecakapan komunikasi lintas budaya
- Kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat
Tantangan dan Langkah ke Depan
Meskipun transformasi pendidikan tinggi dianggap mendesak, Prof. Ari mengakui adanya tantangan seperti keterbatasan anggaran, resistensi terhadap perubahan, dan kesenjangan digital di beberapa daerah. Untuk mengatasi hal ini, ia menyarankan langkah-langkah strategis:
- Memperkuat infrastruktur teknologi di kampus
- Melatih dosen dalam metode pengajaran berbasis digital
- Mengembangkan kemitraan dengan industri dan pemerintah
- Mendorong penelitian yang berorientasi pada solusi praktis
Dengan upaya ini, pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan tidak hanya melampaui model tradisional, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dan kemajuan bangsa di tengah dinamika global yang terus berubah.
