IPB Tegaskan Tidak Ada Passing Grade dalam Seleksi UTBK SNBT 2026
Institut Pertanian Bogor (IPB) secara resmi mengumumkan bahwa tidak akan menerapkan passing grade dalam proses seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2026. Keputusan ini diambil untuk memastikan sistem penerimaan mahasiswa baru lebih adil dan transparan, dengan fokus pada potensi akademik calon mahasiswa secara menyeluruh.
Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru
IPB membuka kuota sebanyak 2.481 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027 melalui jalur SNBT. Kuota ini dialokasikan untuk berbagai program studi yang tersedia di kampus tersebut, mencakup bidang pertanian, teknologi, dan ilmu sosial. Pihak kampus menekankan bahwa seleksi akan didasarkan pada hasil UTBK tanpa batasan nilai minimal, sehingga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta.
Mekanisme Seleksi yang Diperbarui
Dalam pernyataannya, IPB menjelaskan bahwa mekanisme seleksi UTBK SNBT 2026 akan mengutamakan kompetensi dan kemampuan kognitif peserta. Beberapa poin penting dalam proses ini meliputi:
- Penilaian berdasarkan skor UTBK tanpa syarat passing grade.
- Pertimbangan faktor lain seperti prestasi non-akademik untuk program tertentu.
- Transparansi dalam pengumuman hasil seleksi untuk menghindari kebingungan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada calon mahasiswa dan mendorong partisipasi yang lebih inklusif dalam pendidikan tinggi.
Dampak terhadap Calon Mahasiswa
Dengan dihapuskannya passing grade, calon mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus pada persiapan UTBK tanpa khawatir tentang batasan nilai minimal. IPB juga mengimbau peserta untuk memanfaatkan sumber daya belajar yang tersedia, seperti:
- Materi latihan resmi dari panitia SNBT.
- Bimbingan belajar dari lembaga terpercaya.
- Diskusi dengan alumni atau mahasiswa IPB saat ini.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi berkualitas di Indonesia.



