Muhammad Nur Arifin, putra dari seorang penjual keripik pisang di Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul, berhasil diterima di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Ia juga terpilih sebagai penerima beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, yang mencakup biaya kuliah penuh.
Kebahagiaan di Tengah Keterbatasan
Kabar ini membawa kebahagiaan luar biasa bagi keluarga Arifin yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. Orang tuanya berjualan keripik pisang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun semangat Arifin untuk meraih pendidikan tinggi tidak pernah surut. Prestasi akademiknya yang gemilang menjadi tiket untuk melanjutkan studi di salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Dekan Fapet UGM Kunjungi Rumah Arifin
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Ir Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., secara khusus mendatangi rumah keluarga Arifin pada Selasa (7/7/2026). Kedatangan Prof Budi disambut hangat oleh Arifin dan keluarganya. Dalam kunjungan tersebut, Prof Budi memberikan motivasi dan dukungan langsung kepada Arifin. "Kami bangga memiliki mahasiswa seperti Arifin yang gigih dan berprestasi. Beasiswa ini adalah bentuk komitmen UGM untuk mendukung anak-anak bangsa yang memiliki potensi besar namun terkendala biaya," ujar Prof Budi.
Dampak Beasiswa bagi Masa Depan Arifin
Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen yang diterima Arifin tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk fokus belajar tanpa khawatir soal finansial. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan untuk membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Arifin bertekad untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan berkontribusi bagi kemajuan peternakan di Indonesia.



