Tabungan Siswa SD di Pangandaran Mandek, Nilai Miliaran Rupiah Belum Dibayarkan
Masalah klasik mengenai mandeknya uang tabungan siswa di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali mencuat ke permukaan. Meski telah bergulir sejak tahun 2023, ribuan siswa dari empat angkatan hingga kini belum mendapatkan hak atas uang yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.
Aduan Warga kepada Gubernur Jawa Barat
Persoalan ini memanas saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Parigi, Pangandaran, pada Senin (16/2/2026). Seorang warga nekat mengadang rombongan Gubernur demi mengadukan nasib tabungan anaknya yang tak kunjung cair. Insiden ini menyoroti betapa seriusnya masalah yang dihadapi oleh para siswa dan orang tua di wilayah tersebut.
Nilai Tabungan yang Fantastis di Satu Kecamatan
Berdasarkan aduan warga tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa di wilayah Kecamatan Parigi saja, total nilai tabungan siswa yang belum dibayarkan mencapai angka miliaran rupiah. Kondisi ini dilaporkan menimpa hampir separuh dari total sekolah dasar di kecamatan tersebut, menunjukkan skala masalah yang sangat luas.
Dana fantastis sebesar Rp 2,5 miliar di satu kecamatan ini mencerminkan akumulasi tabungan dari ribuan siswa yang telah menabung selama bertahun-tahun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai pengelolaan keuangan di tingkat sekolah dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.
Dampak dan Implikasi Masalah
Mandeknya uang tabungan siswa tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi mengganggu proses belajar mengajar. Orang tua dan siswa yang bergantung pada dana tersebut untuk keperluan pendidikan merasa sangat dirugikan. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang untuk segera menemukan solusi yang tepat.
Kasus ini juga mengingatkan pada modus serupa di tempat lain, seperti kasus guru TK yang membobol rekening kenalan untuk mengganti uang tabungan siswa. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana siswa menjadi hal yang sangat krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.