Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali melahirkan lulusan doktor yang inspiratif. Seorang perempuan bernama Endiah berhasil meraih gelar doktor di bidang teknik nuklir pada usia 65 tahun. Ia harus menunda studi doktoralnya selama 30 tahun karena harus mengemban tugas negara.
Perjalanan Panjang Endiah Meraih Gelar Doktor
Endiah, yang akrab disapa Endang, menyelesaikan program doktor di Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri ITB, dengan spesialisasi teknik nuklir. Ia dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Bahan Bakar Nuklir Berbasis Thorium untuk Reaktor Daya Generasi IV”.
Perjalanan Endiah menempuh pendidikan S3 tidaklah mudah. Ia pertama kali mendaftar program doktor pada tahun 1996, namun harus menghentikan studinya karena dipanggil untuk mengemban tugas di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Selama 30 tahun, ia mengabdikan diri di bidang nuklir, mulai dari peneliti hingga menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir.
Kembali ke Bangku Kuliah di Usia Senja
Setelah pensiun dari BATAN pada tahun 2020, Endiah memutuskan untuk kembali melanjutkan studi doktoral yang tertunda. Ia mendaftar ulang di ITB dan mulai aktif mengikuti perkuliahan pada tahun 2021. Meskipun usianya sudah tidak muda, semangatnya untuk belajar tidak pernah padam.
“Saya merasa masih memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu nuklir di Indonesia. Apalagi, pengalaman saya selama 30 tahun di BATAN menjadi modal berharga untuk riset disertasi,” ujar Endiah saat diwawancarai.
Disertasi tentang Thorium sebagai Bahan Bakar Nuklir Masa Depan
Disertasi Endiah membahas potensi thorium sebagai bahan bakar nuklir alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan uranium. Ia mengembangkan konsep bahan bakar nuklir berbasis thorium untuk reaktor daya generasi IV yang diharapkan dapat menjadi solusi energi masa depan Indonesia.
Penelitian ini mendapat apresiasi dari para penguji. Prof. Dr. Ir. Suparman, salah satu penguji, menyatakan bahwa disertasi Endiah memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Endiah menjadi bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Ia berharap pengalamannya dapat memotivasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa.
“Jangan pernah menyerah pada impian. Usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah kemauan dan tekad yang kuat,” pesan Endiah.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Reini Wirahadikusumah, turut mengapresiasi pencapaian Endiah. Ia menyebut Endiah sebagai contoh nyata bahwa pendidikan sepanjang hayat adalah hal yang nyata dan dapat diwujudkan.
Lulusnya Endiah di usia 65 tahun juga menjadi sorotan media nasional. Banyak pihak yang terinspirasi oleh semangatnya yang pantang menyerah. Endiah berencana untuk terus berkarya di bidang nuklir meskipun telah pensiun.
Dengan raihan gelar doktor ini, Endiah berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan energi nuklir di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan thorium sebagai sumber energi yang bersih dan berkelanjutan.



