Dunia pendidikan Indonesia digegerkan dengan dugaan pemalsuan riset yang dilakukan oleh sejumlah akademisi dalam konferensi internasional tentang pneumonia, yaitu International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026. Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026.
Kampus Terlibat
Kasus ini menyeret nama dua perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pelaku utama diduga seorang perempuan berinisial P. Selain itu, alumni UNY lainnya yang juga diduga terlibat adalah seseorang dengan inisial RF.
Konfirmasi Kampus
Kedua kampus telah memberikan konfirmasi terkait dugaan tersebut. Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, menyatakan bahwa dua nama yang disebutkan memang tercatat dalam database universitas. Namun, ia belum dapat memastikan apakah nama tersebut identik dengan pelaku yang dimaksud. "Dua nama itu memang ada di database kami, tapi kami enggak tahu namanya itu sama atau tidak, kan kami enggak tahu," ujarnya kepada Kompas.com pada Selasa (26/5/2026).
ITB juga telah mengonfirmasi keberadaan nama pelaku dalam sistem mereka, namun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan integritas akademik di tingkat internasional.



