KOMPAS.com - Di tengah berbagai tantangan hidup dengan kondisinya yang kehilangan dua kaki, dosen Universitas Airlangga (Unair), Dr. Rozi, S.Pi., MBiotech membuktikan bahwa ia mampu mengantongi gelar S3. Dosen Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair ini melanjutkan studi doktoralnya di Unair juga.
Perjalanan Studi Doktoral
Ia mengikuti Wisuda ke-261 Unair pada pertengahan April lalu setelah menamatkan pendidikan di bidang Sains Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00. Studi doktoralnya berlangsung selama 3 tahun 11 bulan, yang dijalani sambil tetap aktif sebagai dosen dengan berbagai kegiatan mengajar, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah internasional.
Prestasi di Tengah Keterbatasan
Dr. Rozi adalah contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Dengan semangat pantang menyerah, ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan hasil yang sempurna. Keberhasilannya ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menghadapi tantangan serupa.
Dukungan dari Unair
Universitas Airlangga memberikan dukungan penuh kepada Dr. Rozi selama masa studinya. Fasilitas dan lingkungan yang inklusif memungkinkannya untuk fokus pada penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen Unair dalam mendorong pendidikan tinggi yang inklusif bagi semua kalangan.
Dengan raihan gelar doktor ini, Dr. Rozi berencana untuk terus berkontribusi dalam bidang akuakultur dan sains veteriner, serta menjadi motivator bagi mahasiswa dan masyarakat luas untuk tidak menyerah pada keadaan.



