Gus Ipul Silaturahmi ke Tiga Pesantren Pendiri NU di Jombang, Sosialisasikan Muktamar
Gus Ipul Silaturahmi ke Pesantren Pendiri NU, Siapkan Muktamar

Gus Ipul Lanjutkan Silaturahmi Idulfitri dengan Kunjungan ke Pesantren Pendiri NU di Jombang

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melanjutkan rangkaian kegiatan silaturahmi Idulfitri pada hari keempat Lebaran. Ia secara khusus mengunjungi tiga pesantren yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Momen Silaturahmi dan Sosialisasi Muktamar NU

Kunjungan ini tidak sekadar tradisi Lebaran, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyosialisasikan sekaligus memohon doa restu terkait persiapan Muktamar NU yang direncanakan pada Agustus mendatang, serta Munas/Konbes di bulan April tahun ini. Gus Ipul menegaskan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga hubungan baik dengan para masyayikh dan kiai, serta memastikan kelancaran agenda organisasi.

"Silaturahmi ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus menjaga hubungan baik dengan para masyayikh dan kiai, sekaligus memohon doa restu agar seluruh agenda organisasi, termasuk persiapan Muktamar NU, bisa berjalan lancar, membawa maslahat, dan memperkuat jam'iyah," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (26/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rincian Kunjungan ke Pesantren-Pesantren Bersejarah

Rangkaian kunjungan dimulai dari Pesantren Tebuireng, di mana Gus Ipul melakukan sowan ke ndalem KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) di Ndalem Kesepuhan. Ia juga turut serta dalam salat Magrib berjemaah di masjid utama pondok yang didirikan langsung oleh KH Hasyim Asy'ari. Gus Ipul menyebut Tebuireng memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjalanan NU dan bangsa Indonesia.

"Di Tebuireng kita bisa merasakan bagaimana nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan warisan para pendiri tetap hidup. Masjid yang didirikan langsung oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan masih dipertahankan keasliannya menjadi pengingat tentang pentingnya merawat sejarah dan meneruskan perjuangan," katanya.

Di Tebuireng, Gus Ipul juga berkesempatan bertemu dengan KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) yang sedang bersilaturahmi di pesantren tersebut. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Pesantren Tambakberas untuk bertemu para masyayikh, termasuk KH Hasib Wahab, KH Achmad Hasan, dan KH Abdurrozak Sholeh. Kunjungan terakhir dilakukan di Pesantren Denanyar untuk menemui KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).

Penutupan dengan Ziarah ke Makam Para Tokoh NU

Rangkaian silaturahmi ini ditutup dengan ziarah ke makam KH Bisri Syansuri, Rais Aam ke-3 PBNU, dan keluarga besar Pesantren Denanyar. Di kompleks makam yang terletak di belakang masjid pesantren tersebut, juga terdapat makam ayah Gus Ipul, KH Ahmad Yusuf Cholil, serta makam ayah Muhaimin Iskandar, KH Muhammad Iskandar.

Gus Ipul menekankan bahwa kegiatan silaturahmi dan ziarah ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya untuk merawat sanad keilmuan, perjuangan, dan kebersamaan dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Pesantren-pesantren pendiri NU dianggap sebagai mata air keteladanan yang mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, pengabdian, dan tanggung jawab.

"Pesantren-pesantren pendiri NU ini adalah mata air keteladanan. Dari tempat-tempat inilah kita belajar tentang keikhlasan, pengabdian, dan tanggung jawab untuk terus menjaga NU agar tetap memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga