Gus Ipul Ajak Pengasuh Ponpes Sukseskan Program Prioritas Presiden
Gus Ipul Ajak Pengasuh Ponpes Sukseskan Program Prioritas

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak para pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) se-Madura Raya untuk turut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama ajakan ini adalah pemutakhiran data dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ajakan Gus Ipul dalam Dialog Kolaborasi

Dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026), Gus Ipul menyampaikan ajakannya secara langsung. Ia menekankan pentingnya partisipasi para kiai dalam pemutakhiran data. "Saya ingin mengajak para kiai sekalian, untuk ikut memutakhirkan data. Jika kiai memiliki santri, santri memiliki informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami miliki," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Acara yang dimulai pukul 09.37 WIB ini disambut meriah oleh penampilan siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan. Para siswa menampilkan hadroh, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pidato, paduan suara, hingga puisi. Guru-guru juga ikut memeriahkan dengan simulasi model pembelajaran digital menggunakan smart board.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Data Akurat

Gus Ipul menjelaskan bahwa data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program. Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus dilakukan secara cermat agar bantuan tepat sasaran. "Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data," ungkapnya.

Proses pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur formal yang melibatkan RT/RW, Lurah atau Kades, Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan Provinsi, serta penetapan oleh Kepala Daerah. Kedua, jalur partisipasi yang dapat diakses oleh siapa pun melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping, Command Center, maupun WhatsApp Center.

Dukungan untuk Sekolah Rakyat

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul meminta doa restu dan dukungan dari para pengasuh Ponpes untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Madura. "Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di pulau Madura, kami mohon didampingi, diberi saran, kritik, dan masukan," katanya.

Ia berharap para alim ulama dan kiai dapat memperkuat pendidikan agama di Sekolah Rakyat dengan melibatkan ustadz atau pengajar agama dalam pembinaan karakter siswa. "Ke depan, saya ingin para kyai untuk bisa memperkuat di boarding school, pembinaan karakter. Secara bergantian, ustadz-ustadz pendidik yang ditunjuk bisa mengisi," imbuhnya.

Pernyataan Bupati Pamekasan

Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi nyata dalam mendukung program prioritas Presiden, terutama dalam memastikan DTSEN semakin akurat. "Keberhasilan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada data yang valid, adil, dan mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan," ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh para pengasuh Ponpes se-Madura Raya, camat, lurah/kades, pendamping PKH, operator data desa, serta perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial. Turut hadir Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, Forkompinda Kabupaten Pamekasan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Se-Madura Raya, dan pejabat terkait lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga