Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat di Hadapan Seskab Teddy Indra Wijaya
Momen haru mewarnai kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Pejompongan. Suasana menjadi sangat emosional ketika seorang calon siswa bernama Aljabar Nur, yang akrab dipanggil Al, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan latar belakang pendidikannya.
Curhat Pilu di Tengah Kunjungan Resmi
Aljabar, yang berasal dari Jakarta Timur, sempat terdiam dan kemudian menangis tersedu-sedu ketika diminta untuk memperkenalkan diri dan menceritakan pengalamannya. Ia mengaku belum pernah merasakan duduk di bangku sekolah sebelumnya, sebuah pengakuan yang langsung menyentuh hati semua yang hadir. Suasana seketika hening, menyisakan kesedihan yang mendalam sebelum akhirnya Teddy Indra Wijaya maju dan memeluk Aljabar untuk menenangkannya.
"Perkenalkan nama saya Aljabar, dipanggil Al. Saya asli Jakarta Timur. Saya..." ucap Aljabar dengan suara terisak, tak mampu melanjutkan kata-katanya karena emosi yang membanjir. Teddy dengan lembut membalas, "Nggak apa-apa, jangan nangis. Di sini tidak boleh sedih lagi ya," sambil tetap memeluknya erat sebagai bentuk dukungan moral.
Janji Dukungan dan Fasilitas dari Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintah melalui Program Sekolah Rakyat. Program ini digagas oleh Kementerian Sosial dan ditujukan bagi anak-anak yang putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan formal, atau berisiko tinggi untuk putus sekolah. Teddy memastikan bahwa para siswa akan mendapatkan fasilitas yang layak selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Di sini nanti adik-adik semua belajar yang baik, diberi penginapan yang baik, diberi gizi yang baik. Insyaallah bisa membanggakan keluarga," ujar Teddy dengan penuh keyakinan. Selain pendidikan akademik, program ini juga menyediakan asrama, makanan bergizi, dan layanan kesehatan untuk mendukung perkembangan holistik para siswa.
Simpati dan Apresiasi dari Seluruh Pihak
Setelah berhasil ditenangkan, Aljabar pun melanjutkan ceritanya meski dengan suara yang masih terbata-bata. Ia mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi seorang polisi, sebuah harapan yang mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Momen ini mengundang simpati mendalam, ditandai dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan dan dorongan semangat bagi Aljabar dan calon siswa lainnya.
Di akhir kunjungan, Teddy Indra Wijaya mengapresiasi keberanian para calon siswa yang mau tampil dan berbicara di depan umum, meski memiliki latar belakang yang penuh tantangan. "Saya tangkap di sini semuanya berani. Berani maju, berani bicara, tidak malu. Ini modal penting untuk masa depan," ucapnya, menekankan pentingnya rasa percaya diri dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Program Sekolah Rakyat sebagai Solusi Pendidikan
Program Sekolah Rakyat hadir sebagai harapan baru bagi anak-anak yang kehilangan akses pendidikan. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada kesejahteraan fisik dan mental para siswa. Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi angka putus sekolah dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam meraih impian mereka.
Kunjungan Seskab Teddy Indra Wijaya ini menjadi pengingat akan pentingnya peran negara dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Melalui momen haru seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tantangan yang dihadapi oleh anak-anak kurang beruntung dan mendorong partisipasi aktif dalam mendukung program-program serupa.



