Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi meminta agar penambahan kuota Sekolah Rakyat di Jakarta diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga paling rentan. Kelompok yang dimaksud meliputi anak jalanan, pengamen, dan mereka yang berasal dari keluarga broken home. Permintaan ini disampaikan Pramono saat menghadiri peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/7/2026).
Kesan Mendalam dari Kunjungan ke Sekolah Rakyat
Pramono mengaku sangat terkesan setelah mengunjungi Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, sebuah program yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sekolah tersebut menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Ia melihat langsung perubahan signifikan pada para siswa, termasuk kemampuan berbahasa asing.
"Yang saya kaget, mereka benar-benar bisa bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa China. Wajah mereka pun terlihat berubah, dan itulah menurut saya simbol Marhaenisme," ungkap Pramono. Ia juga mengaku sempat menitikkan air mata saat melihat langsung aktivitas para siswa, karena baginya Sekolah Rakyat merupakan gambaran nyata upaya mengangkat derajat masyarakat dari kelompok paling bawah melalui pendidikan.
Rencana Penambahan Kuota Menjadi 2.000 Siswa
Saat ini, kuota Sekolah Rakyat untuk DKI Jakarta adalah 1.000 siswa. Pramono meminta tambahan 1.000 siswa lagi, sehingga total kuota menjadi 2.000 siswa. Ia menegaskan bahwa kuota tambahan harus benar-benar diberikan kepada anak-anak dari lapisan masyarakat paling bawah. "Saya minta yang 1.000 ini betul-betul dari keluarga terbawah. Keluarga broken home, anak-anak putus sekolah, dan anak-anak yang sebagian besar—seperti yang saya lihat sendiri kemarin—bekerja di jalanan, pengamen, dan sebagainya," lanjutnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan fasilitas boarding school untuk menampung para siswa tersebut, sementara pendidikan pembelajarannya akan dibantu oleh pemerintah pusat. "Jakarta, saya langsung memutuskan untuk minta tambah 1.000 siswa. Kami akan menyiapkan boarding school-nya, nanti pendidikan pembelajarannya dibantu oleh pemerintah pusat," kata Pramono.
Harapan Baru bagi Anak-Anak Rentan
Pramono menekankan bahwa Sekolah Rakyat adalah wujud nyata Marhaenisme, yaitu perjuangan untuk mengangkat derajat rakyat kecil. Ia berharap program ini dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan. "Terus terang, kemarin ketika saya melihat Sekolah Rakyat-nya Pak Prabowo, saya menangis. Karena itulah yang saya mimpikan," ucapnya.
Dengan penambahan kuota ini, diharapkan semakin banyak anak jalanan, pengamen, dan korban broken home di Jakarta yang mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan kesempatan untuk mengubah masa depan mereka. Pemerintah DKI berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.



