Pramono Anung Menangis Saat Open House Sekolah Rakyat, Ingat Masa Lalu
Pramono Menangis Saat Open House Sekolah Rakyat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terharu hingga meneteskan air mata saat menghadiri acara open house Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta pada Jumat (3/7). Ia teringat akan masa lalunya yang pernah hidup dalam keterbatasan.

Pramono Terharu dan Berbagi Kisah

Pramono hadir bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta para orang tua siswa. Kedua tokoh nasional ini disambut meriah oleh para siswa berseragam PDL hijau army dan seragam pesiar merah marun.

Menurut Pramono, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang mampu mengubah kehidupan keluarga. Kisah masa lalunya membuatnya merasa dekat dengan kondisi siswa. "Dari tadi sebenarnya saya meneteskan air mata. Saya mengalami hal yang kurang lebih sama. Kalau dulu saya tidak mendapat bantuan pemerintah melalui beasiswa, mungkin saya juga tidak bisa bersekolah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Optimisme Siswa dan Dukungan Pemprov DKI

Ia menilai wajah para siswa Sekolah Rakyat memancarkan optimisme dan daya juang tinggi. Sebelum acara, Pramono berdialog dengan siswa bernama Muhammad Sesa yang sempat putus sekolah. Sesa mengaku senang bisa kembali bersekolah. Pramono menyambut baik jawaban jujur itu dan berpesan agar ia belajar tekun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap mendukung penuh pengembangan Sekolah Rakyat, termasuk menambah kapasitas tampung. "Dari yang sudah berjalan sekarang, kami siap memberikan dukungan sepenuhnya. Tadi saya juga berdiskusi dengan Pak Menteri untuk menambah sekitar seribu siswa lagi di Jakarta," tutur Pramono.

Program Strategis Presiden untuk Putus Rantai Kemiskinan

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini mengintegrasikan pendidikan anak dan pemberdayaan ekonomi orang tua. Pemerintah juga akan memperbaiki rumah keluarga siswa agar lebih layak huni.

"Ini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis bapak presiden. Kolaborasi dengan Pak Gubernur DKI. Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya lebih layak huni. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya lebih mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi," papar Gus Ipul.

Target dan Disiplin Sekolah Rakyat

Saat ini program Sekolah Rakyat menjangkau lebih dari 15 ribu siswa di 166 titik di seluruh Indonesia. Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah tersebut ditargetkan melonjak hingga 45 ribu siswa. Khusus SRMA 10 Jakarta, penjangkauan calon siswa baru mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Gus Ipul menegaskan aturan disiplin ketat di lingkungan sekolah. "Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, dan tidak boleh ada intoleransi. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas," tegasnya.

Kisah Haru Naira dan Penutup Acara

Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih, menyampaikan kesaksiannya mendampingi siswa. Ia bangga melihat perubahan karakter anak didiknya. Salah satu kisah inspiratif datang dari Naira Intan Safitri yang menjadi pembawa acara meski ibunya telah tiada dan ayahnya berjuang melawan stroke.

Gus Ipul menilai kisah Naira menjadi bukti kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga keterbatasan. Acara ditutup dengan yel-yel khas Sekolah Rakyat yang dipimpin Gus Ipul dan Pramono, dihadiri jajaran Pemprov DKI, Kemensos, guru, dan orang tua murid.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga