Plt Sekjen MPR Ungkap Inovasi Baru dalam LCC Empat Pilar 2026
Plt Sekjen MPR Ungkap Inovasi LCC Empat Pilar 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Siti Fauziah, mengungkapkan sejumlah pembaruan dalam penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tahun 2026. Inovasi tersebut meliputi penyempurnaan sistem penilaian, penguatan mekanisme pengawasan, serta penambahan kategori penghargaan guna meningkatkan kualitas kompetisi.

Hal ini disampaikan Siti Fauziah usai menyerahkan piala dan medali kepada SMAN 2 Katingan Kuala yang berhasil meraih Juara I LCC Empat Pilar MPR RI tingkat SMA se-Provinsi Kalimantan Tengah pada Sabtu (13/6) lalu. Siti Fauziah yang akrab disapa Titi menuturkan bahwa evaluasi secara menyeluruh telah dilakukan terhadap berbagai aspek teknis perlombaan agar pelaksanaan LCC berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel.

Sistem Monitoring dan Headphone Juri

Salah satu perubahan yang diterapkan adalah penggunaan sistem monitoring. Sistem ini memungkinkan dewan juri dan panitia untuk meninjau ulang apabila terjadi perbedaan pandangan dalam proses penilaian. Titi menjelaskan, "Dalam kejuaraan LCC, sekarang ada sistem Monitoring. Apabila ada permasalahan atau ketidaksepahaman dalam penilaian, kita bisa melihat rekam ulangnya. Kemudian, kami juga melibatkan lebih banyak juri daerah."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, MPR RI mewajibkan seluruh dewan juri untuk menggunakan Headphone Monitor selama perlombaan berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap jawaban peserta terdengar jelas sehingga meminimalisir potensi kesalahan penilaian. Titi menambahkan, "Banyak teknis lomba yang kami evaluasi. Sekarang, juri juga harus menggunakan Headphone. Itu menjadi kewajiban agar lebih jelas mendengarkan jawaban-jawaban peserta."

Kategori Baru: Apresiasi Yel-Yel Terbaik

Apresiasi Yel-Yel Terbaik hadir sebagai kategori baru dalam LCC Empat Pilar. Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang mampu menampilkan kreativitas dan semangat kebangsaan melalui yel-yel yang dibawakan di awal lomba. Titi menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya fokus pada semangat, tetapi juga memperhatikan unsur budaya daerah, nasionalisme, serta kemampuan memadukan penggunaan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing secara tepat.

"Yel-yel ini sekarang kami nilai dengan harapan para peserta menampilkan kreasi yang berbau kedaerahan, nasional, dan internasional. Saya pribadi melihat penggunaan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa Indonesia yang baik dari materi yang ditampilkan," tuturnya.

Berikut beberapa SMAN yang berhasil meraih penghargaan Apresiasi Yel-Yel Terbaik pada LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah:

  • Apresiasi Yel-Yel Terbaik di Babak Penyisihan 1: SMAN 1 Pangkalan Bun
  • Apresiasi Yel-Yel Terbaik di Babak Penyisihan 2: SMAN 1 Kuala Kurun
  • Apresiasi Yel-Yel Terbaik di Babak Penyisihan 3: SMAN 1 Buntok

Titi berharap kategori ini dapat terus dipertahankan hingga pelaksanaan Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI di Jakarta sebagai ruang bagi peserta mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan. "Harapannya, Apresiasi Yel-Yel Terbaik ini nantinya akan terus dilakukan sampai Grand Final di Jakarta," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga