Mendikdasmen Dorong Siswa Bersepeda ke Sekolah untuk Hidup Sehat dan Hemat Energi
Mendikdasmen Dorong Siswa Bersepeda ke Sekolah

Mendikdasmen Luncurkan Gerakan Bersepeda ke Sekolah di Salatiga

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara resmi mendorong para siswa untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke sekolah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun pola hidup sehat di kalangan pelajar sekaligus berkontribusi pada penghematan energi nasional.

Dukungan untuk Sekolah ASRI

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa ajakan bersepeda ini sejalan dengan arahan Presiden mengenai penerapan konsep sekolah ASRI, yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. "Kami sedang menindaklanjuti arahan Bapak Presiden tentang sekolah-sekolah yang ASRI," ujarnya dalam kunjungan kerja di Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Senin (13/4/2026).

Menurutnya, mewujudkan sekolah ASRI harus dimulai dari skala kecil, yaitu dengan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kebiasaan hidup sehat di kalangan murid. "Ini perlu dimulai dari menumbuhkan kesadaran pada murid untuk mencintai lingkungan, hemat energi, dan membiasakan gaya hidup sehat," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implementasi Gerakan dan Pembagian Sepeda

Gerakan bersepeda ke sekolah telah dicanangkan di Kota Salatiga, dengan pembagian sepeda secara simbolis kepada sejumlah siswa. Tidak hanya di Salatiga, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Semarang. "Kami mencanangkan gerakan bersepeda ke sekolah di Kota Salatiga. Di Kabupaten Semarang, kami juga membagi sepeda untuk anak-anak," jelas Abdul Mu'ti.

Tujuan utama dari gerakan ini adalah membiasakan siswa berangkat sekolah dengan bersepeda, atau yang akrab disebut "gowes". Mendikdasmen juga mengimbau para orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sudah dewasa agar berangkat sekolah secara mandiri tanpa diantar.

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Lalu Lintas

Abdul Mu'ti menekankan bahwa kebiasaan mengantar anak menggunakan kendaraan bermotor turut menyumbang kemacetan dan polusi udara yang tinggi di Indonesia. "Jika orang tua mengantar anak dengan mobil, itu berkontribusi terhadap kemacetan dan polusi," katanya.

Dia berharap, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, bersepeda ke sekolah dapat berkembang menjadi sebuah gerakan dan budaya yang berkelanjutan. "Kalau anak-anak bisa bersepeda ke sekolah dan dibangun sarana-prasarananya, ini bisa menjadi gerakan dan budaya," ucapnya.

Imbauan Tambahan: Hindari Penggunaan AC

Selain gerakan bersepeda, Mendikdasmen juga berharap agar SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga yang baru diresmikan dapat mengurangi ketergantungan pada pendingin udara (AC) demi mendukung kelestarian lingkungan. Kepala sekolah setempat, Sutomo, menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan imbauan tersebut.

"Kita akan mengikuti program pemerintah untuk hidup sehat dengan bersepeda. Insya Allah kepala sekolahnya siap memulai menggunakan sepeda," kata Sutomo. Mengenai penggunaan AC, dia menjelaskan bahwa perangkat akan difungsikan secara terbatas pada jam-jam tertentu untuk mengoptimalkan efisiensi energi. "Kita atur sedemikian rupa, misalnya dari pagi hingga pukul 10.00-11.00 tidak perlu AC," jelasnya.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga